alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Benahi Komunikasi dan Koordinasi

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hasil imbang 2-2 yang diraih Persela atas Persib menjadi bahan evaluasi. Lemahnya komunikasi dan koordinasi Eky Taufik Febriyanto dkk memberikan kesempatan penggawa Maung Bandung mencetak dua gol. Terutama bagi pemain belakang yang dinilai cukup rapuh. Kelemahan-kelemahan itu tidak boleh lagi terjadi saat Laskar Joko Tingkir menantang PSS Sleman, Kamis (15/8) di Stadion Maguwoharjo Sleman Jogjakarta.

”Evaluasi terhadap kurang komunikasi. Kemarin (Sabtu, 10/8) sudah mulai diperbaiki. Kalau untuk yang lainnya, saya rasa tidak ada masalah,” tutur Stoper Persela, M Zaenuri kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (11/8).
Zaenuri mengatakan, setiap pemain belakang sudah mendapatkan tugas untuk melakukan penjagaan lawan. Namun, ternyata kurang ketat penjagaannya, pemain lawan leluasa mencetak gol ke gawang Dian Agus Prasetya. Masukan tersebut dari jajaran pelatih. Dia berharap kesalahan sebelumnya tak terjadi di laga selanjutnya.
”Intinya semua pemain harus bertanggung jawab atas instruksi yang diberikan. Sehingga tidak menggantungkan pada pemain lainnya,” ujar stoper asal Bojonegoro tersebut.

Baca Juga :  Lebah Trigona Lebih Menjanjikan, Begini Cerita Peternak di Lamongan...

Seperti diketahui, penampilan Arif Satria yang menurun, memberikan kesempatan bagi M Zaenuri menjadi starter di beberapa pertandingan. Di laga sebelumnya, stoper berpostur 178 centimeter (cm) itu diduetkan dengan stoper berpaspor Togo,  Mawouna Kodjo Amevour.

Zaenuri mengatakan, dirinya dan Maka, sapaan akrab Mawouna Kodjo Amevour, sudah semakin padu setelah bermain bersama dalam beberapa pertandingan.
”Makin ke sini, makin bisa saling memahami walaupun hanya menggunakan bahasa isyarat,” ucap stoper 24 tahun tersebut.

Zaenuri menilai, lawan yang bakal dihadapi berbeda dengan sebelumnya. PSS Sleman secara konsisten mampu meraih poin di tiga laga away sebelumnya. Namun, bagi Zaenuri, hal itu tak mengendurkan semangatnya untuk membantu Persela meraih poin di Stadion Maguwoharjo nanti. ”Bagaimanapun caranya, kita harus bisa mendapatkan poin di sana (Sleman),” tutur stoper yang pernah memperkuat Arema FC tersebut.

Di laga sebelumnya, dua gol Persib berawal dari servis tendangan pojok. Gol pertama dicetak oleh Esteban Vizcarra di menit ke-14. Sedangkan, gol kedua dicetak Achmad Jufriyanto di menit ke-21.

Baca Juga :  Khawatir Stadion Sepi

Sementara Kapten Persela, Eky Taufik Febriyanto menilai, koordinasi antar pemain belakang untuk meredam servis bola mati harus ditingkatkan.
”Ya tetap selalu ada pembenahan. Terutama koordinasi pemain belakang ketika ada servis bola mati dari lawan. Karena kita sudah sering kebobolan dari bola mati,” terang pemain yang bisa bermain sebagai bek kanan ataupun bek kiri tersebut.
Eky menilai, PSS memiliki pemain yang cukup merata kemampuannya. Yakni antara pemain lokal dan pemain asing memiliki kualitas yang hampir sama. Meski tim promosi, tapi PSS Sleman kini mampu berada diposisi keempat dengan 20 poin. Berbeda dengan Persela yang kini masih terseok-seok diposisi ke-15 dengan 11 poin. ”Tapi memang tidak bisa dipungkiri jika pemain asing PSS menjadi sorotan dari kami. Karena penampilannya di beberapa pertandingan, mampu merepotkan lawan, bahkan sering mencetak gol di kandang maupun di luar kandang,” pungkasnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hasil imbang 2-2 yang diraih Persela atas Persib menjadi bahan evaluasi. Lemahnya komunikasi dan koordinasi Eky Taufik Febriyanto dkk memberikan kesempatan penggawa Maung Bandung mencetak dua gol. Terutama bagi pemain belakang yang dinilai cukup rapuh. Kelemahan-kelemahan itu tidak boleh lagi terjadi saat Laskar Joko Tingkir menantang PSS Sleman, Kamis (15/8) di Stadion Maguwoharjo Sleman Jogjakarta.

”Evaluasi terhadap kurang komunikasi. Kemarin (Sabtu, 10/8) sudah mulai diperbaiki. Kalau untuk yang lainnya, saya rasa tidak ada masalah,” tutur Stoper Persela, M Zaenuri kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (11/8).
Zaenuri mengatakan, setiap pemain belakang sudah mendapatkan tugas untuk melakukan penjagaan lawan. Namun, ternyata kurang ketat penjagaannya, pemain lawan leluasa mencetak gol ke gawang Dian Agus Prasetya. Masukan tersebut dari jajaran pelatih. Dia berharap kesalahan sebelumnya tak terjadi di laga selanjutnya.
”Intinya semua pemain harus bertanggung jawab atas instruksi yang diberikan. Sehingga tidak menggantungkan pada pemain lainnya,” ujar stoper asal Bojonegoro tersebut.

Baca Juga :  Ada yang Nangis, Ada yang Ngantuk

Seperti diketahui, penampilan Arif Satria yang menurun, memberikan kesempatan bagi M Zaenuri menjadi starter di beberapa pertandingan. Di laga sebelumnya, stoper berpostur 178 centimeter (cm) itu diduetkan dengan stoper berpaspor Togo,  Mawouna Kodjo Amevour.

Zaenuri mengatakan, dirinya dan Maka, sapaan akrab Mawouna Kodjo Amevour, sudah semakin padu setelah bermain bersama dalam beberapa pertandingan.
”Makin ke sini, makin bisa saling memahami walaupun hanya menggunakan bahasa isyarat,” ucap stoper 24 tahun tersebut.

Zaenuri menilai, lawan yang bakal dihadapi berbeda dengan sebelumnya. PSS Sleman secara konsisten mampu meraih poin di tiga laga away sebelumnya. Namun, bagi Zaenuri, hal itu tak mengendurkan semangatnya untuk membantu Persela meraih poin di Stadion Maguwoharjo nanti. ”Bagaimanapun caranya, kita harus bisa mendapatkan poin di sana (Sleman),” tutur stoper yang pernah memperkuat Arema FC tersebut.

Di laga sebelumnya, dua gol Persib berawal dari servis tendangan pojok. Gol pertama dicetak oleh Esteban Vizcarra di menit ke-14. Sedangkan, gol kedua dicetak Achmad Jufriyanto di menit ke-21.

Baca Juga :  Tolak Raperda, Mahasiswa dan Aktivis Turun ke Jalan

Sementara Kapten Persela, Eky Taufik Febriyanto menilai, koordinasi antar pemain belakang untuk meredam servis bola mati harus ditingkatkan.
”Ya tetap selalu ada pembenahan. Terutama koordinasi pemain belakang ketika ada servis bola mati dari lawan. Karena kita sudah sering kebobolan dari bola mati,” terang pemain yang bisa bermain sebagai bek kanan ataupun bek kiri tersebut.
Eky menilai, PSS memiliki pemain yang cukup merata kemampuannya. Yakni antara pemain lokal dan pemain asing memiliki kualitas yang hampir sama. Meski tim promosi, tapi PSS Sleman kini mampu berada diposisi keempat dengan 20 poin. Berbeda dengan Persela yang kini masih terseok-seok diposisi ke-15 dengan 11 poin. ”Tapi memang tidak bisa dipungkiri jika pemain asing PSS menjadi sorotan dari kami. Karena penampilannya di beberapa pertandingan, mampu merepotkan lawan, bahkan sering mencetak gol di kandang maupun di luar kandang,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/