alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Tertutup, Peluang Lolos Bumi Wali FC

TUBAN – Tertutup sudah peluang Bumi Wali FC lolos fase grup C Liga 3 Regional Jatim 2019. Penyebabnya, tentu karena jebloknya hasil laga. Sampai pertandingan kesembilan, anak asuh Charles Putiray ini hanya mengoleksi sepuluh poin. Sedangkan pemuncak klasemen Persedikab, Kediri mengemas 26 poin, Blitar Poetra 16 poin,  serta Persibo Bojonegoro 15 poin.

Tak bertambahnya pundi-pundi poin tim BWFC ini karena tiga pertandingan pada putaran kedua tanpa memetik hasil apa pun. Meski bertanding di kandang sendiri, BWFC harus tertunduk lesu setelah kalah 0-2 melawan Persedikab Kediri di Stadion Lokajaya Tuban, kemarin sore. Sebelumnya, dihadapan puluhan suporter sendiri, BWFC kalah 1-2 ketika menjamu Blitar Poetra di Stadion Lokajaya, Minggu (1/7) dan kalah 1-5 berhadapan dengan Persibo Bojonegoro, Rabu (4/7).

Hasil buruk ini menjadikan tertutup peluang BWFC untuk lolos fase grup Liga 3 Regional Jatim 2018. Di sisa pertandingan berikutnya, raihan poin tidak bisa mengejar pemuncak klasemen sementara Persedikab Kediri serta tim lain yang tampil cemerlang. ‘’Tertutup sudah (peluang lolos fase grup),’’ kata asisten pelatih Ainur Rofiq kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin.

Baca Juga :  Lima Pemain Asing Merapat

Pelatih BWFC Charles Putiray menyampaikan, di pertandingan ini timnya hanya kalah skor. Menurut dia, permainan M. Ali Shodiqin dan kawan-kawan sudah sesuai dengan instruksi pelatih. ‘’Buwi Wali hanya kalah skor saja. Mental pemain sudah bagus,’’ tegasnya.

Lemahnya lini pertahanan tuan rumah membuah gawang BWFC yang dijaga Fathul Ma’arif bobok pada menit ke-3 melalui kaki penyerang Persedikab Kediri, Sholeh. Berselang sepuluh menit, tim tamu memperbesar keunggulan 0-2 hasil sontekan penyerang Krisna Bayu pada menit ke-13.

BWFC yang tertinggal di awal babak pertama berusaha bangkit. Sayangnya, kerja sama antarlini tak membuat barisan tim tamu kerepotan. Hingga turun minum skor tetap 0-2 untuk keunggulan Persedikab Kediri.

Baca Juga :  Iriawan: PSSI tak Berniat Depak Shin Tae-Yong

Di babak kedua, Charles merotasi sejumlah pemain di lini depan. Pemain sayap Bayu Arfian yang mobilitasnya kurang maksimal digantikan striker Nurul Ulum. Pemain bernomor punggung 9 ini berduet dengan striker Akhmad Dedy Mustofa. Meski memasang dua bomber, masih saja kesulitan mengubah papan skor.

Tak ada perubahan, Charles kembali meracik strategi. Pemain sayap Bisrul Falah ditarik keluar digantikan gelandang serang Ahmad Irham. Lagi-lagi tuan rumah cukup kerepotan menggempor pertahanan lawan. Hingga akhir pertandingan skor tetap 0-2 untuk kemenangan Persedikab Kediri.

Manajer BWFC Kartono menyampaikan, usai pertandingan ini pihak manajeman dan pengurus akan melakukan evaluasi menyeluruh. ‘’Kekalahan beruntun menjadi evaluasi manajemen dan pengurus. Masukan apa pun akan kita terima untuk yang terbaik bagi tim,’’ ucap Kartono.

TUBAN – Tertutup sudah peluang Bumi Wali FC lolos fase grup C Liga 3 Regional Jatim 2019. Penyebabnya, tentu karena jebloknya hasil laga. Sampai pertandingan kesembilan, anak asuh Charles Putiray ini hanya mengoleksi sepuluh poin. Sedangkan pemuncak klasemen Persedikab, Kediri mengemas 26 poin, Blitar Poetra 16 poin,  serta Persibo Bojonegoro 15 poin.

Tak bertambahnya pundi-pundi poin tim BWFC ini karena tiga pertandingan pada putaran kedua tanpa memetik hasil apa pun. Meski bertanding di kandang sendiri, BWFC harus tertunduk lesu setelah kalah 0-2 melawan Persedikab Kediri di Stadion Lokajaya Tuban, kemarin sore. Sebelumnya, dihadapan puluhan suporter sendiri, BWFC kalah 1-2 ketika menjamu Blitar Poetra di Stadion Lokajaya, Minggu (1/7) dan kalah 1-5 berhadapan dengan Persibo Bojonegoro, Rabu (4/7).

Hasil buruk ini menjadikan tertutup peluang BWFC untuk lolos fase grup Liga 3 Regional Jatim 2018. Di sisa pertandingan berikutnya, raihan poin tidak bisa mengejar pemuncak klasemen sementara Persedikab Kediri serta tim lain yang tampil cemerlang. ‘’Tertutup sudah (peluang lolos fase grup),’’ kata asisten pelatih Ainur Rofiq kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin.

Baca Juga :  Nasib Pemain Asing, Tunggu Piala Presiden

Pelatih BWFC Charles Putiray menyampaikan, di pertandingan ini timnya hanya kalah skor. Menurut dia, permainan M. Ali Shodiqin dan kawan-kawan sudah sesuai dengan instruksi pelatih. ‘’Buwi Wali hanya kalah skor saja. Mental pemain sudah bagus,’’ tegasnya.

Lemahnya lini pertahanan tuan rumah membuah gawang BWFC yang dijaga Fathul Ma’arif bobok pada menit ke-3 melalui kaki penyerang Persedikab Kediri, Sholeh. Berselang sepuluh menit, tim tamu memperbesar keunggulan 0-2 hasil sontekan penyerang Krisna Bayu pada menit ke-13.

BWFC yang tertinggal di awal babak pertama berusaha bangkit. Sayangnya, kerja sama antarlini tak membuat barisan tim tamu kerepotan. Hingga turun minum skor tetap 0-2 untuk keunggulan Persedikab Kediri.

Baca Juga :  Melihat Sentra Tahu Ledok yang Turun Temurun sejak Masa Kolonial

Di babak kedua, Charles merotasi sejumlah pemain di lini depan. Pemain sayap Bayu Arfian yang mobilitasnya kurang maksimal digantikan striker Nurul Ulum. Pemain bernomor punggung 9 ini berduet dengan striker Akhmad Dedy Mustofa. Meski memasang dua bomber, masih saja kesulitan mengubah papan skor.

Tak ada perubahan, Charles kembali meracik strategi. Pemain sayap Bisrul Falah ditarik keluar digantikan gelandang serang Ahmad Irham. Lagi-lagi tuan rumah cukup kerepotan menggempor pertahanan lawan. Hingga akhir pertandingan skor tetap 0-2 untuk kemenangan Persedikab Kediri.

Manajer BWFC Kartono menyampaikan, usai pertandingan ini pihak manajeman dan pengurus akan melakukan evaluasi menyeluruh. ‘’Kekalahan beruntun menjadi evaluasi manajemen dan pengurus. Masukan apa pun akan kita terima untuk yang terbaik bagi tim,’’ ucap Kartono.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/