alexametrics
27.7 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Minim Dukungan, Persikaba Terancam Tak Bisa Selesaikan Kompetisi

BLORA – Minimnya anggaran menjadi masalah serius Persikaba Blora menjalani kompetisi Liga 3. Sebab, dengan anggaran Rp 300 juta, manajemen Persikaba merasa tidak cukup menyelesaikan jika menembus babak delapan besar. 

Ketua Umum Persikaba Agus Puryanto mengatakan, anggaran Rp 300 juta itu tidak semua dikucurkan untuk Persikaba. Harus dibagi dengan Askab PSSI Blora. Nanti Persikaba dapat pembagian dari PSSI.  ”Jadi Persikaba hanya mendapatkan kurang dari 300 juta,” ujarnya.

Menurut Agus, anggaran Rp 300 juta masih kurang. Dia memperkirakan dengan anggaran tersebut untuk sampai selesai kompetisi itu tidak cukup. Bahkan belum sampai kompetisi juga tidak cukup. 

Paling tidak, menurut Agus, hingga Persikaba bisa menyelesaikan kompetisi membutuhkan anggaran hingga Rp 500 juta. Dia menghitung semasa babak penyisihan hingga laga ketiga ini, sudah menghabiskan Rp 150 juta. Bahkan laga tandang nanti, menyiapkan Rp 15 juta untuk kebutuhan penginapan dan lain-lain. 

Baca Juga :  Laga Pembuka Lancar, Kini Perisbo Fokus Hadapi Liga 3 Jatim

Kondisi tersebut, menurut Agus, seharusnya Pemkab Blora bisa memerhatikan Persikaba. Karena Persikaba adalah tim kebanggaan masyarakat Blora. Dia berharap ada anggaran lain untuk Persikaba. ”Emboh lah, emboh pie carane (entah lah, gimana caranya),” ujarnya. Agus mengapresiasi aksi tunggal dilakukan suporter demi kemajuan Persikaba.

Ketua KONI Blora Heri Setiyono mengatakan, anggaran untuk Persikaba sebesar Rp 300 juta itu sudah besar daripada cabang olahraga (cabor) lain. Karena harus dibagi 33 cabor. Karena dari anggaran Rp 7,1 miliar itu secara umum. Untuk semua cabor hanya Rp 5,6 miliar. ”Dan Rp 1,5 miliar untuk operasional,” ujarnya.

BLORA – Minimnya anggaran menjadi masalah serius Persikaba Blora menjalani kompetisi Liga 3. Sebab, dengan anggaran Rp 300 juta, manajemen Persikaba merasa tidak cukup menyelesaikan jika menembus babak delapan besar. 

Ketua Umum Persikaba Agus Puryanto mengatakan, anggaran Rp 300 juta itu tidak semua dikucurkan untuk Persikaba. Harus dibagi dengan Askab PSSI Blora. Nanti Persikaba dapat pembagian dari PSSI.  ”Jadi Persikaba hanya mendapatkan kurang dari 300 juta,” ujarnya.

Menurut Agus, anggaran Rp 300 juta masih kurang. Dia memperkirakan dengan anggaran tersebut untuk sampai selesai kompetisi itu tidak cukup. Bahkan belum sampai kompetisi juga tidak cukup. 

Paling tidak, menurut Agus, hingga Persikaba bisa menyelesaikan kompetisi membutuhkan anggaran hingga Rp 500 juta. Dia menghitung semasa babak penyisihan hingga laga ketiga ini, sudah menghabiskan Rp 150 juta. Bahkan laga tandang nanti, menyiapkan Rp 15 juta untuk kebutuhan penginapan dan lain-lain. 

Baca Juga :  Terpilih Bersaing Memperkuat Tim Inti Mobile Legend

Kondisi tersebut, menurut Agus, seharusnya Pemkab Blora bisa memerhatikan Persikaba. Karena Persikaba adalah tim kebanggaan masyarakat Blora. Dia berharap ada anggaran lain untuk Persikaba. ”Emboh lah, emboh pie carane (entah lah, gimana caranya),” ujarnya. Agus mengapresiasi aksi tunggal dilakukan suporter demi kemajuan Persikaba.

Ketua KONI Blora Heri Setiyono mengatakan, anggaran untuk Persikaba sebesar Rp 300 juta itu sudah besar daripada cabang olahraga (cabor) lain. Karena harus dibagi 33 cabor. Karena dari anggaran Rp 7,1 miliar itu secara umum. Untuk semua cabor hanya Rp 5,6 miliar. ”Dan Rp 1,5 miliar untuk operasional,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/