alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Pengurus Persela Terpaksa Patungan Untuk Bayar Gaji Pemain dan Pelatih

- Advertisement -

Radar Lamongan – Finansial Persela semakin menipis akibat penundaan kompetisi Liga 1. Praktis tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut tak memiliki pemasukan sejak kompetisi ditunda akhir Maret lalu.

Padahal, pengurus masih memiliki kewajiban membayar gaji pelatih dan pemain sebesar 25 persen, sebelum kompetisi digulirkan.

‘’Di tengah kesulitan ini, manajemen masih berupaya keras untuk bisa membayar gaji pelatih dan pemain,’’ tutur Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (10/7).

Hingga kini Persela tak memiliki sumber pemasukan, baik dari tiket penonton maupun sponsor. Opsi peminjaman pihak ketiga pernah dilakukan.

Namun bulan ini, pengurus Persela harus patungan untuk memenuhi seluruh gaji pelatih dan pemain. ‘’Dari teman-teman pengurus patungan dulu sementara ini untuk menghidupi klub,’’ imbuh pria yang juga menjabat sebagai Kabag Administrasi Pembangunan Pemkab Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Eksistensi Pelatih Dipertaruhkan
- Advertisement -

Sesuai surat keputusan (SK) PSSI, kompetisi direncanakan bergulir kembali Oktober mendatang. Satu bulan sebelum kick off, manajemen klub wajib membayarkan gaji sebesar 50 persen terhadap pelatih dan pemain.

Sehingga, manajemen tim bermarkas di Stadion Surajaya Lamongan itu dipastikan harus membayar gaji 25 persen gaji untuk Juli dan Agustus. Sedangkan September, malah harus membayar 50 Persen gaji.

Yunan menyatakan, dengan minimnya pemasukan, cukup berat bagi pengurus untuk menghidupi finansial klub. ‘’Gaji bulan ini sudah kita bayarkan. Sebenarnya bukan bulan ini saja kami (pengurus) patungan. Tapi juga gaji bulanbulan sebelumnya,’’ ungkap Yunan.

Hingga kini, belum ada titik terang dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk membantu kesulitan finansial klub. Operator kompetisi Liga 1 dan 2 tersebut, terakhir mencairkan dana kontribusi dua bulan lalu.

Baca Juga :  Stadion Lamongan Batal Jadi Alternatif Isolasi Covid-19

‘’Kami rasa, semua pihak juga mengalami kesulitan akibat pandemi ini. Sehingga perlu ada perhatian, sebab operasional klub masih berjalan,’’ imbuh Yunan saat dikonfirmasi via ponsel.

Manajemen Persela tidak tahu bagaimana lagi membayarkan gaji pemain bulan depan. Yunan menyatakan, pihaknya mengupayakan agar kewajiban dari pelatih dan pemain bisa terpenuhi sesuai arahan PSSI. ‘’Yang terpenting kewajiban kita bulan ini terpenuhi dulu, sambil kita menunggu dari PT LIB,’’ pungkas Yunan.

Radar Lamongan – Finansial Persela semakin menipis akibat penundaan kompetisi Liga 1. Praktis tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut tak memiliki pemasukan sejak kompetisi ditunda akhir Maret lalu.

Padahal, pengurus masih memiliki kewajiban membayar gaji pelatih dan pemain sebesar 25 persen, sebelum kompetisi digulirkan.

‘’Di tengah kesulitan ini, manajemen masih berupaya keras untuk bisa membayar gaji pelatih dan pemain,’’ tutur Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (10/7).

Hingga kini Persela tak memiliki sumber pemasukan, baik dari tiket penonton maupun sponsor. Opsi peminjaman pihak ketiga pernah dilakukan.

Namun bulan ini, pengurus Persela harus patungan untuk memenuhi seluruh gaji pelatih dan pemain. ‘’Dari teman-teman pengurus patungan dulu sementara ini untuk menghidupi klub,’’ imbuh pria yang juga menjabat sebagai Kabag Administrasi Pembangunan Pemkab Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Tunggu Hasil Sidang Banding
- Advertisement -

Sesuai surat keputusan (SK) PSSI, kompetisi direncanakan bergulir kembali Oktober mendatang. Satu bulan sebelum kick off, manajemen klub wajib membayarkan gaji sebesar 50 persen terhadap pelatih dan pemain.

Sehingga, manajemen tim bermarkas di Stadion Surajaya Lamongan itu dipastikan harus membayar gaji 25 persen gaji untuk Juli dan Agustus. Sedangkan September, malah harus membayar 50 Persen gaji.

Yunan menyatakan, dengan minimnya pemasukan, cukup berat bagi pengurus untuk menghidupi finansial klub. ‘’Gaji bulan ini sudah kita bayarkan. Sebenarnya bukan bulan ini saja kami (pengurus) patungan. Tapi juga gaji bulanbulan sebelumnya,’’ ungkap Yunan.

Hingga kini, belum ada titik terang dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk membantu kesulitan finansial klub. Operator kompetisi Liga 1 dan 2 tersebut, terakhir mencairkan dana kontribusi dua bulan lalu.

Baca Juga :  Persela Masih Kosong Empat Slot pemain

‘’Kami rasa, semua pihak juga mengalami kesulitan akibat pandemi ini. Sehingga perlu ada perhatian, sebab operasional klub masih berjalan,’’ imbuh Yunan saat dikonfirmasi via ponsel.

Manajemen Persela tidak tahu bagaimana lagi membayarkan gaji pemain bulan depan. Yunan menyatakan, pihaknya mengupayakan agar kewajiban dari pelatih dan pemain bisa terpenuhi sesuai arahan PSSI. ‘’Yang terpenting kewajiban kita bulan ini terpenuhi dulu, sambil kita menunggu dari PT LIB,’’ pungkas Yunan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/