alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Tanpa Target, Petik Empat Medali di Kejurnas

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tanpa ditarget medali, tiga atlet jiu-jitsu Lamongan berhasil memetik dua medali perak dan dua medali perunggu dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Jiu-Jitsu Unesa Open XIII di Surabaya. Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 6 sampai 8 September ini, tim Kota Soto tersebut berkekuatan 10 atlet. Terdiri delapan atlet bertanding di kelas senior dan newaza, serta dua atlet di kelas junior.

Ketua Dewan Pelatih Jiu-Jitsu Lamongan Budi Hermawan menuturkan, pihaknya mengapresiasi peforma atlet yang bertanding. Proses latihan yang dilaksanakan sejak Juli lalu berhasil memberi sumbangsih empat medali. Padahal tim pelatih tidak membebankan target medali kepada mereka. ’’Semangatnya luar biasa dan tekun berlatih. Mereka tidak pernah absen dalam mengikuti TC (training center). Sehingga bisa menerapkan materi yang diberikan pelatih,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (9/9).

Baca Juga :  Lini Pertahanan dalam AncamanĀ 

Budi mengungkapkan, dua medali perak diraih Deni Putri Amelia di kelas C amatir senior putri dan Aida Siti Nur Halizah di kelas A newaza putri. Sedangkan dua medali perunggu diraih Nahriza di kelas F amatir senior putri dan Deni Putri Amelia di kelas B newaza putri.

Menurut dia, di kejurnas tersebut tim jiu-jitsu Lamongan memiliki trik tersendiri untuk menambah dan mengamankan poin di setiap kelas. Untuk kelas fighting junior dan senior, teknik kuncian digunakan untuk mengamankan poin. Sehingga pukulan dan tendangan yang ditujukan kepada lawan langsung dirangkai dengan lemparan agar bisa mengunci.

’’Untuk kelas newaza atlet hanya memegang lawan dan menjatuhkannya, tanpa harus melempar. Tetapi lawan tetap dikunci dari bawah. Intinya, kalau fighting melumpuhkan lawan dulu untuk mengunci. Sedangkan kelas newaza cari nilai banyak dalam bentuk kuncian,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pencuri Ini Nekad, Tiga Rumah Disikat

Usai mengikuti kejurnas, para atlet tetap akan berlatih intensif sekaligus mempersiapkan diri mengikuti kejurnas jiu-jitsu di Kota Malang pada Desember nanti.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tanpa ditarget medali, tiga atlet jiu-jitsu Lamongan berhasil memetik dua medali perak dan dua medali perunggu dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Jiu-Jitsu Unesa Open XIII di Surabaya. Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 6 sampai 8 September ini, tim Kota Soto tersebut berkekuatan 10 atlet. Terdiri delapan atlet bertanding di kelas senior dan newaza, serta dua atlet di kelas junior.

Ketua Dewan Pelatih Jiu-Jitsu Lamongan Budi Hermawan menuturkan, pihaknya mengapresiasi peforma atlet yang bertanding. Proses latihan yang dilaksanakan sejak Juli lalu berhasil memberi sumbangsih empat medali. Padahal tim pelatih tidak membebankan target medali kepada mereka. ’’Semangatnya luar biasa dan tekun berlatih. Mereka tidak pernah absen dalam mengikuti TC (training center). Sehingga bisa menerapkan materi yang diberikan pelatih,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (9/9).

Baca Juga :  Belum Ada Kejelasan

Budi mengungkapkan, dua medali perak diraih Deni Putri Amelia di kelas C amatir senior putri dan Aida Siti Nur Halizah di kelas A newaza putri. Sedangkan dua medali perunggu diraih Nahriza di kelas F amatir senior putri dan Deni Putri Amelia di kelas B newaza putri.

Menurut dia, di kejurnas tersebut tim jiu-jitsu Lamongan memiliki trik tersendiri untuk menambah dan mengamankan poin di setiap kelas. Untuk kelas fighting junior dan senior, teknik kuncian digunakan untuk mengamankan poin. Sehingga pukulan dan tendangan yang ditujukan kepada lawan langsung dirangkai dengan lemparan agar bisa mengunci.

’’Untuk kelas newaza atlet hanya memegang lawan dan menjatuhkannya, tanpa harus melempar. Tetapi lawan tetap dikunci dari bawah. Intinya, kalau fighting melumpuhkan lawan dulu untuk mengunci. Sedangkan kelas newaza cari nilai banyak dalam bentuk kuncian,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Minus Diego, Apresiasi Duet Bek Muda

Usai mengikuti kejurnas, para atlet tetap akan berlatih intensif sekaligus mempersiapkan diri mengikuti kejurnas jiu-jitsu di Kota Malang pada Desember nanti.

Artikel Terkait

Most Read

Peluang Tipis, BWFC Tetap Semangat

Rp 500 Miliar Tak Bisa Masuk APBD

Artikel Terbaru


/