alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

”Sengatan” Sang Mantan

- Advertisement -

TUBAN, Radar Tuban  – M. Nadhif pelatih Persibo Bojonegoro membuat Bumi Wali FC tak berdaya. Racikan mantan taktikal Persatu U-17 ini berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor 0-3  dalam lanjutan Liga 3 PSSI Jatim di Stadion Bumi Wali, kemarin (9/8) sore. Tiga gol Persibo dicetak Mariono menit ke-19 dan 66 serta sang kapten Agus Budi Prasetio menit ke-82. 

”Sengatan” sang mantan membuat tim BWFC berada di juru kunci klasemen sementara grup A Liga 3 PSSI Jatim 2019 dengan poin 0. Capaian ini juga memperpanjang record BWFC tak pernah menang menghadapi tim tetangga. Dua musim sebelumnya di liga yang sama, dari empat kali pertemuan, tiga kali BWFC menelan kekalahan dan hanya sekali seri. ‘’Kita evaluasi menyeluruh, terutama mental,’’ kata pelatih BWFC  Edy Sutrisno kepada wartawan usai pertandingan. 

Disampaikan Edy, semua pemain merupakan tim porprov Tuban yang diturunkan pada Porprov Jatim VI 2019 Juli lalu. Itu yang membuat persiapan kurang maksimal karena masih fokus meraih prestasi event bergengsi tingkat Jatim tersebut. Berbeda dengan tim lain yang lebih siap jauh hari sebelumnya. ‘’Apa pun risikonya saya harus menanggung demi nama Tuban,’’ tegasnya.   

Baca Juga :  Persela Berburu Pengganti Nil Maizar

Meski demikian, hal itu tak menjadi alasan. Karena keberadaan tim BWFC selain mengikuti kompetisi juga untuk pembinaan para pemain. Terbukti, para pemain hasil binaan BWFC cukup banyak bermain di tim lain.

Pelatih asal Malang ini mengungkapkan, secara hasil memang kurang memuaskan. Salah satu faktornya para pemain kurang tenang dan terburu-buru. Selain itu dua pemain pilarnya absen karena sakit. Yakni, Ahmad Irham dan Toni. ‘’Ini bukan alasan, tapi memang kenyataan. Tapi, saya nggak akan menyerah. Apa yang ada di tim ini saya upayakan semaksimal mungkin,’’ tegasnya. 

- Advertisement -

Pelatih Persibo M. Nadhif terharu dan sangat puas dengan permainan anak asuhnya. Head coach yang tinggal di Soko, Tuban ini menyampaikan, Persibo saat ini lebih maju lagi dan berbeda dengan sebelumnya. Strategi yang diterapkan, kata dia, cukup ciamik dan terbukti menuai hasil maksimal. ‘’Bagus juga (Bumi Wali FC). Cuma mungkin tuan rumah ingin menang, rasanya kurang terkontrol,’’ ujar dia menanggapi permainan tim tuan rumah. 

Baca Juga :  Belum Petakan Lawan di Semifinal¬†

Sejak kickoff, tim tuan rumah memiliki sejumlah peluang, namun  gagal dikonversi menjadi gol. Persibo yang bermain dengan semangat tinggi dan dukungan total para suporter fanatiknya berada di atas angin. Hasilnya, tim dari Kota Jati ini berhasil mencuri gol melalui kaki Mariono pada menit 19. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, BWFC terlihat kehilangan konsentrasi. Serangan dan kerja sama tim kurang tersusun rapi. Itu yang berhasil dimanfaatkan tim tamu. Hasilnya, Persibo menambah dua gol melalui heading Mariono menit ke-66 dan kaki Agus Budi Prasetio menit ke-82. Skor 0-3 berakhir hingga peluit panjang dibunyikan. 

TUBAN, Radar Tuban  – M. Nadhif pelatih Persibo Bojonegoro membuat Bumi Wali FC tak berdaya. Racikan mantan taktikal Persatu U-17 ini berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor 0-3  dalam lanjutan Liga 3 PSSI Jatim di Stadion Bumi Wali, kemarin (9/8) sore. Tiga gol Persibo dicetak Mariono menit ke-19 dan 66 serta sang kapten Agus Budi Prasetio menit ke-82. 

”Sengatan” sang mantan membuat tim BWFC berada di juru kunci klasemen sementara grup A Liga 3 PSSI Jatim 2019 dengan poin 0. Capaian ini juga memperpanjang record BWFC tak pernah menang menghadapi tim tetangga. Dua musim sebelumnya di liga yang sama, dari empat kali pertemuan, tiga kali BWFC menelan kekalahan dan hanya sekali seri. ‘’Kita evaluasi menyeluruh, terutama mental,’’ kata pelatih BWFC  Edy Sutrisno kepada wartawan usai pertandingan. 

Disampaikan Edy, semua pemain merupakan tim porprov Tuban yang diturunkan pada Porprov Jatim VI 2019 Juli lalu. Itu yang membuat persiapan kurang maksimal karena masih fokus meraih prestasi event bergengsi tingkat Jatim tersebut. Berbeda dengan tim lain yang lebih siap jauh hari sebelumnya. ‘’Apa pun risikonya saya harus menanggung demi nama Tuban,’’ tegasnya.   

Baca Juga :  Jadi Momentum Kebangkitan

Meski demikian, hal itu tak menjadi alasan. Karena keberadaan tim BWFC selain mengikuti kompetisi juga untuk pembinaan para pemain. Terbukti, para pemain hasil binaan BWFC cukup banyak bermain di tim lain.

Pelatih asal Malang ini mengungkapkan, secara hasil memang kurang memuaskan. Salah satu faktornya para pemain kurang tenang dan terburu-buru. Selain itu dua pemain pilarnya absen karena sakit. Yakni, Ahmad Irham dan Toni. ‘’Ini bukan alasan, tapi memang kenyataan. Tapi, saya nggak akan menyerah. Apa yang ada di tim ini saya upayakan semaksimal mungkin,’’ tegasnya. 

- Advertisement -

Pelatih Persibo M. Nadhif terharu dan sangat puas dengan permainan anak asuhnya. Head coach yang tinggal di Soko, Tuban ini menyampaikan, Persibo saat ini lebih maju lagi dan berbeda dengan sebelumnya. Strategi yang diterapkan, kata dia, cukup ciamik dan terbukti menuai hasil maksimal. ‘’Bagus juga (Bumi Wali FC). Cuma mungkin tuan rumah ingin menang, rasanya kurang terkontrol,’’ ujar dia menanggapi permainan tim tuan rumah. 

Baca Juga :  Belum Petakan Lawan di Semifinal¬†

Sejak kickoff, tim tuan rumah memiliki sejumlah peluang, namun  gagal dikonversi menjadi gol. Persibo yang bermain dengan semangat tinggi dan dukungan total para suporter fanatiknya berada di atas angin. Hasilnya, tim dari Kota Jati ini berhasil mencuri gol melalui kaki Mariono pada menit 19. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, BWFC terlihat kehilangan konsentrasi. Serangan dan kerja sama tim kurang tersusun rapi. Itu yang berhasil dimanfaatkan tim tamu. Hasilnya, Persibo menambah dua gol melalui heading Mariono menit ke-66 dan kaki Agus Budi Prasetio menit ke-82. Skor 0-3 berakhir hingga peluit panjang dibunyikan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/