alexametrics
26 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Iri Negara Lain Bisa Gelar Kompetisi

Radar Lamongan – Penggawa Persela iri dengan negara lain. Sebab kondisi di Indonesia berbanding terbalik di negara lain, yang sudah mampu menggelar kompetisi dalam kondisi pandemi corona virus disease 2019 (covid-19). ‘’Saya pribadi sangat iri melihat kompetisi luar negeri yang sudah bisa berjalan normal, walaupun dengan pembatasan,’’ tutur Kapten Persela, Eky Taufi k Febriyanto kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (8/11).

Eky mengaku, hanya bisa menyaksikan pemain profesional di negara lain ber-euforia bertanding melalui televisi atau live streaming. Yang bikin kesal, lanjut dia, sejumlah negara di Asia juga sudah mampu menggelar kompetisi.

‘’Ngerasa geregetan gitu melihat kompetisi di sini masih seperti ini. Bahkan kompetisi di sejumlah negara Asia Tenggara sudah bisa berjalan,’’ katanya saat dikonfirmasi via ponsel. Seperti diketahui, PSSI sudah beberapa kali menunda kompetisi Liga 1.

Baca Juga :  Keberatan Kompetisi Tanpa PenontonĀ 

Penundaan pertama pada akhir Maret, ketika kompetisi Liga 1 baru berjalan tiga pertandingan. Selanjutnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) merencanakan awal bulan lalu. Namun, PSSI kembali menunda kompetisi Liga 1 lima hari sebelum kick off.

‘’Di negara lain saja bisa. Di sini seperti tidak diprioritaskan,’’ ujar pemain berposisi bek sayap tersebut. Bahkan, dia semakin heran dengan rencana PSSI batal menggelar lanjutan kompetisi pada tahun ini, namun direncanakan akan digulirkan pada Februari tahun depan. Dia menyayangkan bergulirnya kompetisi mundur cukup jauh dari rencana awal.

‘’Saya kaget mendengar kemarin, karena sampai bergantian tahun kompetisi belum bisa digelar. Padahal persiapan kemarin sudah cukup maksimal,’’ ujarnya. Eky mengaku seluruh pemain sudah merindukan bisa merumput di kompetisi resmi. Kini, kompetisi Liga 1 terhitung sudah mandek selama tujuh bulan lebih.

Baca Juga :  Sinkronisasi, Optimis UNBK SMP Berjalan 100 Persen

Selama itu pula, pelatih dan pemain kelimpungan karena tidak memiliki pekerjaan. Sebagai pemain, terang Eky, dirinya tidak bisa berbuat banyak, selain mengikuti keputusan dari PSSI dan PT LIB. ‘’Sebenarnya dalam hati mengeluhkan kondisi ini, tapi ya bagaimana lagi,’’ pungkasnya.

Radar Lamongan – Penggawa Persela iri dengan negara lain. Sebab kondisi di Indonesia berbanding terbalik di negara lain, yang sudah mampu menggelar kompetisi dalam kondisi pandemi corona virus disease 2019 (covid-19). ‘’Saya pribadi sangat iri melihat kompetisi luar negeri yang sudah bisa berjalan normal, walaupun dengan pembatasan,’’ tutur Kapten Persela, Eky Taufi k Febriyanto kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (8/11).

Eky mengaku, hanya bisa menyaksikan pemain profesional di negara lain ber-euforia bertanding melalui televisi atau live streaming. Yang bikin kesal, lanjut dia, sejumlah negara di Asia juga sudah mampu menggelar kompetisi.

‘’Ngerasa geregetan gitu melihat kompetisi di sini masih seperti ini. Bahkan kompetisi di sejumlah negara Asia Tenggara sudah bisa berjalan,’’ katanya saat dikonfirmasi via ponsel. Seperti diketahui, PSSI sudah beberapa kali menunda kompetisi Liga 1.

Baca Juga :  Hari ini Tanding Perdana, Target Lolos Grup

Penundaan pertama pada akhir Maret, ketika kompetisi Liga 1 baru berjalan tiga pertandingan. Selanjutnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) merencanakan awal bulan lalu. Namun, PSSI kembali menunda kompetisi Liga 1 lima hari sebelum kick off.

‘’Di negara lain saja bisa. Di sini seperti tidak diprioritaskan,’’ ujar pemain berposisi bek sayap tersebut. Bahkan, dia semakin heran dengan rencana PSSI batal menggelar lanjutan kompetisi pada tahun ini, namun direncanakan akan digulirkan pada Februari tahun depan. Dia menyayangkan bergulirnya kompetisi mundur cukup jauh dari rencana awal.

‘’Saya kaget mendengar kemarin, karena sampai bergantian tahun kompetisi belum bisa digelar. Padahal persiapan kemarin sudah cukup maksimal,’’ ujarnya. Eky mengaku seluruh pemain sudah merindukan bisa merumput di kompetisi resmi. Kini, kompetisi Liga 1 terhitung sudah mandek selama tujuh bulan lebih.

Baca Juga :  Problem Utama di Lini DepanĀ 

Selama itu pula, pelatih dan pemain kelimpungan karena tidak memiliki pekerjaan. Sebagai pemain, terang Eky, dirinya tidak bisa berbuat banyak, selain mengikuti keputusan dari PSSI dan PT LIB. ‘’Sebenarnya dalam hati mengeluhkan kondisi ini, tapi ya bagaimana lagi,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/