alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Waspadai Jeda Laga Panjang

LAMONGAN, Radar Lamongan – Meski bisa menguntungkan untuk recovery, jeda laga yang cukup panjang juga patut diwaspadai. Karena dikhawatirkan bisa menurunkan fisik maupun mental bertanding pemain, termasuk sentuhan bolanya. Kondisi itu dihadapi skuad Persela saat ini. Pasca penundaan laga melawan Persija pada 2 Oktober lalu, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu menghadapi jeda pertandingan selama 16 hari. Karena baru akan bertanding lagi pada 18 Oktober mendatang menjamu PSIS Semarang. Sehingga tim pelatih harus mampu menjaga kondisi tim agar tetap siaga laga.

Head Coach Persela Nil Maizar berusaha menepis kekhawatiran itu. Dia menyatakan, jeda laga panjang tidak berpengaruh negatif terhadap tim asuhannya. “Tidak. Kondisi anak-anak baik, mereka akan melakukan latihan pantai selama dua hari mulai besok (hari ini, Red) di Paciran,” ujarnya kemarin (8/10).

Baca Juga :  Satu Jalur Jadi Dua Arah

Pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat, itu menjelaskan, latihan di pantai tersebut diikuti semua pemain, kecuali Hambali yang mengikuti training center (TC) Timnas U-23. Tapi pemain nomor punggung 18 itu dipastikan bisa memperkuat Persela Lamongan saat menjamu PSIS Semarang, karena izinnya hanya sampai 15 Oktober mendatang. Sehingga, setelah pulang dia bisa langsung gabung latihan. ’’Intinya, kesempatan libur (jeda) pertandingan ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan performa pemain,’’ tandasnya.

Mantan pelatih Timnas 2012-2013 itu mengungkapkan, sebelumnya skuadnya sudah pernah menghadapi jeda laga cukup panjang akibat penundaan pertandingan pada putaran pertama lalu. Sehingga tim pelatih tidak terlalu khawatir dan tetap menyemangati para pemain agar pemain tetap giat berlatih dan fokus menghadapi PSIS Semarang di laga berikutnya.

Bahkan, lanjut dia, jeda laga panjang tersebut membuat pemain memiliki waktu yang sangat cukup untuk persiapan. Sehingga memiliki kesempatan menerapkan berbagai teknik latihan maupun strategi pertandingan, termasuk mengajak latihan pantai. ’’Secara teknis, latihan di pantai ini untuk meningkatkan kondisi fisik pemain. Selain itu juga untuk mendapatkan suasana baru dalam latihan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Jelang Akhir Kompetisi 2018, Awas Bidikan Tim LainĀ 

Nil menambahkan, selain latihan rutin lapangan, para pemain juga diberi menu latihan peregangan di luar lapangan. Antara lain, latihan pantai, berenang, dan sauna. Tujuannya, agar materi yang diberikan pelatih bisa diserap dengan baik tanpa menjadikan beban pemain. Sehingga selama di lapangan mereka bisa enjoy.

Karena itu, mantan pelatih PS Tira itu meminta para pemain bisa memanfaatkan latihan pantai untuk meningkatkan fisik sekaligus psikis, terutama untuk memperkuat kerja sama tim. “Kita punya banyak waktu untuk persiapan. Setelah latihan pantai, akan fokus pada taktikal,” terangnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Meski bisa menguntungkan untuk recovery, jeda laga yang cukup panjang juga patut diwaspadai. Karena dikhawatirkan bisa menurunkan fisik maupun mental bertanding pemain, termasuk sentuhan bolanya. Kondisi itu dihadapi skuad Persela saat ini. Pasca penundaan laga melawan Persija pada 2 Oktober lalu, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu menghadapi jeda pertandingan selama 16 hari. Karena baru akan bertanding lagi pada 18 Oktober mendatang menjamu PSIS Semarang. Sehingga tim pelatih harus mampu menjaga kondisi tim agar tetap siaga laga.

Head Coach Persela Nil Maizar berusaha menepis kekhawatiran itu. Dia menyatakan, jeda laga panjang tidak berpengaruh negatif terhadap tim asuhannya. “Tidak. Kondisi anak-anak baik, mereka akan melakukan latihan pantai selama dua hari mulai besok (hari ini, Red) di Paciran,” ujarnya kemarin (8/10).

Baca Juga :  Harga Cabai Makin Pedas

Pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat, itu menjelaskan, latihan di pantai tersebut diikuti semua pemain, kecuali Hambali yang mengikuti training center (TC) Timnas U-23. Tapi pemain nomor punggung 18 itu dipastikan bisa memperkuat Persela Lamongan saat menjamu PSIS Semarang, karena izinnya hanya sampai 15 Oktober mendatang. Sehingga, setelah pulang dia bisa langsung gabung latihan. ’’Intinya, kesempatan libur (jeda) pertandingan ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan performa pemain,’’ tandasnya.

Mantan pelatih Timnas 2012-2013 itu mengungkapkan, sebelumnya skuadnya sudah pernah menghadapi jeda laga cukup panjang akibat penundaan pertandingan pada putaran pertama lalu. Sehingga tim pelatih tidak terlalu khawatir dan tetap menyemangati para pemain agar pemain tetap giat berlatih dan fokus menghadapi PSIS Semarang di laga berikutnya.

Bahkan, lanjut dia, jeda laga panjang tersebut membuat pemain memiliki waktu yang sangat cukup untuk persiapan. Sehingga memiliki kesempatan menerapkan berbagai teknik latihan maupun strategi pertandingan, termasuk mengajak latihan pantai. ’’Secara teknis, latihan di pantai ini untuk meningkatkan kondisi fisik pemain. Selain itu juga untuk mendapatkan suasana baru dalam latihan,’’ terangnya.

Baca Juga :  40 Atlet Ikuti Seleksi dan Puslat Bulan Depan

Nil menambahkan, selain latihan rutin lapangan, para pemain juga diberi menu latihan peregangan di luar lapangan. Antara lain, latihan pantai, berenang, dan sauna. Tujuannya, agar materi yang diberikan pelatih bisa diserap dengan baik tanpa menjadikan beban pemain. Sehingga selama di lapangan mereka bisa enjoy.

Karena itu, mantan pelatih PS Tira itu meminta para pemain bisa memanfaatkan latihan pantai untuk meningkatkan fisik sekaligus psikis, terutama untuk memperkuat kerja sama tim. “Kita punya banyak waktu untuk persiapan. Setelah latihan pantai, akan fokus pada taktikal,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/