alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Seri Melawan Persik, Persela Rugi Besar

Radar Lamongan – Disaat membutuhkan kemenangan, Persela hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Persik di laga terakhir Grup C Piala Menpora di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Bandung, kemarin sore (7/4). Padahal sempat unggul jumlah pemain dan skor.

Hasil ini membuat Persela mencatat rekor empat kali bermain imbang dalam empat laga, sehingga hanya meraih empat poin. ‘’Kami memecahkan rekor, tidak pernah menang dan tidak pernah kalah di empat pertandingan,’’ tutur Head Coach Persela, Didik Ludianto kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Secara permainan, Persela Lamongan sebenarnya rugi besar. Sebab, Persik Kediri sejak menit 15 hanya bermain 10 pemain. Sebab, stopernya Ok John terkena kartu merah, setelah menerima kartu kuning kedua. Kemudian menit 23 Laskar Joko Tingkir mampu unggul dengan skor 2-1.

Keunggulan pemain maupun skor tersebut ternyata tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan. Persik justru mampu menyamakan skor lewat tendangan penalti oleh Andri Ibo menit 83. ‘’Saya minta maaf. Tadi kami sudah menang dan hanya melawan sepuluh pemain, tapi hasilnya imbang,’’ tukas Didik.

Baca Juga :  Jangan Mikirkan Satu Poin, Fight Saja

Melihat jalannya pertandingan, Persela dan Persik sama-sama ngotot sejak wasit meniup peluit sebagai tanda dimulainya pertandingan. Sebab, kedua tim masih memiliki kans untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Bahkan Persela lebih banyak melakukan inisiatif menyerang.

Namun Persik bermain cukup efektif. Sekali melakukan penyerangan cepat, berhasil mencetak gol di menit ke-12 lewat kaki Yusuf, yang lebih dulu memperdayai empat pemain Persela. Namun Persela berhasil menyamakan skor 1-1 menit 15, lewat tendangan penalti Melvyn Lorenzen.

Setelah didahului takling keras yang dilakukan Ok John terhadap Akbar dan membuahkan kartu merah. Unggul jumlah pemain, Persela semakin menggencarkan serangan. Hingga menit 23 berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat tandukan keras Melvyn, memanfaatkan umpan Birrul Walidain dari sisi kiri pertahanan Persik. Unggul skor ditambah unggul jumlah pemain ternyata tidak membuat Persela mampu menambah skor.

Baca Juga :  Optimistis SD-SMP Masuk Kembali Mulai Oktober

Justru Persik berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Bermula dari Syahroni melakukan pelanggaran krusial kepada Ibrahim Sanjaya di menit ke-83. Wasit menunjuk titik putih. Andri Ibo yang ditunjuk sebagai algojo, dengan tenang memperdayai Dwi Kus. ‘’Saya mengapresiasi teman-teman, semua bekerja keras untuk bisa mendapatkan poin,’’ ucap Didik.

Sedangkan Head Coach Persik, Joko Susilo mengatakan, pemainnya sudah bekerja keras dan sudah bermain sesuai instruksi yang diberikan. Namun, kondisi menjadi berat ketika timnya hanya bermain sepuluh orang. ‘’Kami berusaha untuk menutupi kekurangan jumlah pemain dan berhasil mengejar ketertinggalan,’’ ujar eks pelatih Arema FC tersebut.

Radar Lamongan – Disaat membutuhkan kemenangan, Persela hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Persik di laga terakhir Grup C Piala Menpora di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Bandung, kemarin sore (7/4). Padahal sempat unggul jumlah pemain dan skor.

Hasil ini membuat Persela mencatat rekor empat kali bermain imbang dalam empat laga, sehingga hanya meraih empat poin. ‘’Kami memecahkan rekor, tidak pernah menang dan tidak pernah kalah di empat pertandingan,’’ tutur Head Coach Persela, Didik Ludianto kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Secara permainan, Persela Lamongan sebenarnya rugi besar. Sebab, Persik Kediri sejak menit 15 hanya bermain 10 pemain. Sebab, stopernya Ok John terkena kartu merah, setelah menerima kartu kuning kedua. Kemudian menit 23 Laskar Joko Tingkir mampu unggul dengan skor 2-1.

Keunggulan pemain maupun skor tersebut ternyata tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan. Persik justru mampu menyamakan skor lewat tendangan penalti oleh Andri Ibo menit 83. ‘’Saya minta maaf. Tadi kami sudah menang dan hanya melawan sepuluh pemain, tapi hasilnya imbang,’’ tukas Didik.

Baca Juga :  Penikmat Novel Religi

Melihat jalannya pertandingan, Persela dan Persik sama-sama ngotot sejak wasit meniup peluit sebagai tanda dimulainya pertandingan. Sebab, kedua tim masih memiliki kans untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Bahkan Persela lebih banyak melakukan inisiatif menyerang.

Namun Persik bermain cukup efektif. Sekali melakukan penyerangan cepat, berhasil mencetak gol di menit ke-12 lewat kaki Yusuf, yang lebih dulu memperdayai empat pemain Persela. Namun Persela berhasil menyamakan skor 1-1 menit 15, lewat tendangan penalti Melvyn Lorenzen.

Setelah didahului takling keras yang dilakukan Ok John terhadap Akbar dan membuahkan kartu merah. Unggul jumlah pemain, Persela semakin menggencarkan serangan. Hingga menit 23 berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat tandukan keras Melvyn, memanfaatkan umpan Birrul Walidain dari sisi kiri pertahanan Persik. Unggul skor ditambah unggul jumlah pemain ternyata tidak membuat Persela mampu menambah skor.

Baca Juga :  Tes Tentukan Rapor Atlet Porprov

Justru Persik berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Bermula dari Syahroni melakukan pelanggaran krusial kepada Ibrahim Sanjaya di menit ke-83. Wasit menunjuk titik putih. Andri Ibo yang ditunjuk sebagai algojo, dengan tenang memperdayai Dwi Kus. ‘’Saya mengapresiasi teman-teman, semua bekerja keras untuk bisa mendapatkan poin,’’ ucap Didik.

Sedangkan Head Coach Persik, Joko Susilo mengatakan, pemainnya sudah bekerja keras dan sudah bermain sesuai instruksi yang diberikan. Namun, kondisi menjadi berat ketika timnya hanya bermain sepuluh orang. ‘’Kami berusaha untuk menutupi kekurangan jumlah pemain dan berhasil mengejar ketertinggalan,’’ ujar eks pelatih Arema FC tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/