alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Beban di Pundak Ragil 

KOTA – Persela Lamongan dipastikan tanpa pelatih kepala saat menjamu Perseru Serui besok (8/9) sore di Stadion Surajaya. Beban tugas menyelesaikan laga dengan misi memerlebar jarak dengan penghuni zona degradasi di Liga 1 itu, diberikan kepada asisten pelatih Ragil Sudirman. 

Dia bakal menjadi arsitek tim dari pinggir lapangan saat bentrok dengan tim berselisih lima poin tersebut. Mantan kapten Persela di era divisi II itu menyatakan tidak akan melakukan banyak perubahan pola permainan. Pelatih asal Kecamatan Karanggeneng itu hanya fokus membenahi formasi tim. Khususnya, lini belakang.

‘’Ada perubahan di lini belakang,’’ katanya saat dikonfirmasi pemain petang.

Siapa pemain yang dipercaya menjaga benteng pertahanan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu? ‘’Lihat besok pagi (hari ini) latihan terakhir,’’ pintanya.

Mantan bek kanan Persela itu kemarin pagi sudah memimpin latihan Choirul Huda dkk. ‘’Hari ini (kemarin) mengajak anak-anak berenang untuk refreshing. Pagi ini latihan ringan sebagai persiapan akhir,’’ tutur Ragil.

Baca Juga :  Finishing Jadi Fokus Evaluasi Persela

Dia dijadikan karteker pelatih setelah Herry Kiswanto resmi melepaskan kursi kepelatihan di Persela. Mantan pelatih PSS Sleman itu berpamitan kepada manajemen kemarin (6/9).  

Herry Kis mengaku tak ada masalah dengan manajemen. Dia berterima kasih kepada manajemen atas keperayaan yang diberikan. Dia bakal tetap menjaga komunikasi dengan baik. Keputusan mengundurkan diri tersebut mutlak atas keinginannya sendiri. Sebab, dirinya tak bisa merealisasikan target yang dibebankan.

‘’Saya menargetkan Persela bisa berada di papan tengah, tapi putaran kedua ini gagal mencapainya karena banyaknya pemain cedera. Jadi saya harus tahu diri lah,’’ tutur Herry Kis kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (6/9).

Herry Kis memberikan acungan jempol pada suporter Persela yang selalu memberikan dukungan penuh. Selain itu, dia meminta maaf karena tak bisa memperbaiki posisi Persela di putaran kedua ini. ‘’Saya berharap suporter mampu menjaga itu. Tetap semangat mendukung. Baik di saat tim menanjak ataupun terpuruk,’’ imbuhnya. 

Baca Juga :  Tunggu Pengesahan, Dokumen Brian Belum Lengkap

Namun, dia menyayangkan sikap Ivan Carlos Franca Coelho, yang dinilai mencari kambing hitam atas terpuruknya Persela. Padahal, menurut Herry Kis, penampilan Carlos yang tak bisa maksimal karena ulah bengalnya hingga sering terkena hukuman. 

‘’Tapi itu tak masalah untuk saya. Setelah ini saya memilih beristirahat dulu dari kursi kepelatihan,’’ ujarnya.

Hingga kemarin, manajemen belum memutuskan secara resmi siapa pelatih berlisensi A yang bakal dipercaya menggantikan Herry Kis. Manajemen hanya mengisyaratkan memberi lampu hijau kepada Aji Santoso, mantan pelatih Arema FC yang tahun lalu juga menangani Persela. 

KOTA – Persela Lamongan dipastikan tanpa pelatih kepala saat menjamu Perseru Serui besok (8/9) sore di Stadion Surajaya. Beban tugas menyelesaikan laga dengan misi memerlebar jarak dengan penghuni zona degradasi di Liga 1 itu, diberikan kepada asisten pelatih Ragil Sudirman. 

Dia bakal menjadi arsitek tim dari pinggir lapangan saat bentrok dengan tim berselisih lima poin tersebut. Mantan kapten Persela di era divisi II itu menyatakan tidak akan melakukan banyak perubahan pola permainan. Pelatih asal Kecamatan Karanggeneng itu hanya fokus membenahi formasi tim. Khususnya, lini belakang.

‘’Ada perubahan di lini belakang,’’ katanya saat dikonfirmasi pemain petang.

Siapa pemain yang dipercaya menjaga benteng pertahanan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu? ‘’Lihat besok pagi (hari ini) latihan terakhir,’’ pintanya.

Mantan bek kanan Persela itu kemarin pagi sudah memimpin latihan Choirul Huda dkk. ‘’Hari ini (kemarin) mengajak anak-anak berenang untuk refreshing. Pagi ini latihan ringan sebagai persiapan akhir,’’ tutur Ragil.

Baca Juga :  Tak Ada Pilihan Kecuali Menang

Dia dijadikan karteker pelatih setelah Herry Kiswanto resmi melepaskan kursi kepelatihan di Persela. Mantan pelatih PSS Sleman itu berpamitan kepada manajemen kemarin (6/9).  

Herry Kis mengaku tak ada masalah dengan manajemen. Dia berterima kasih kepada manajemen atas keperayaan yang diberikan. Dia bakal tetap menjaga komunikasi dengan baik. Keputusan mengundurkan diri tersebut mutlak atas keinginannya sendiri. Sebab, dirinya tak bisa merealisasikan target yang dibebankan.

‘’Saya menargetkan Persela bisa berada di papan tengah, tapi putaran kedua ini gagal mencapainya karena banyaknya pemain cedera. Jadi saya harus tahu diri lah,’’ tutur Herry Kis kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (6/9).

Herry Kis memberikan acungan jempol pada suporter Persela yang selalu memberikan dukungan penuh. Selain itu, dia meminta maaf karena tak bisa memperbaiki posisi Persela di putaran kedua ini. ‘’Saya berharap suporter mampu menjaga itu. Tetap semangat mendukung. Baik di saat tim menanjak ataupun terpuruk,’’ imbuhnya. 

Baca Juga :  Riskan, Seluruh Bek Sayap Kanan Tua

Namun, dia menyayangkan sikap Ivan Carlos Franca Coelho, yang dinilai mencari kambing hitam atas terpuruknya Persela. Padahal, menurut Herry Kis, penampilan Carlos yang tak bisa maksimal karena ulah bengalnya hingga sering terkena hukuman. 

‘’Tapi itu tak masalah untuk saya. Setelah ini saya memilih beristirahat dulu dari kursi kepelatihan,’’ ujarnya.

Hingga kemarin, manajemen belum memutuskan secara resmi siapa pelatih berlisensi A yang bakal dipercaya menggantikan Herry Kis. Manajemen hanya mengisyaratkan memberi lampu hijau kepada Aji Santoso, mantan pelatih Arema FC yang tahun lalu juga menangani Persela. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/