alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Kalah Melawan Malaysia, Gagal Raih Medali

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pupus harapan atlet petanque Lamongan, Sephia Febriyanti mempersembahkan medali Sea Games 2019 di Filipina. Sebab Timnas Indonesia yang diperkuatnya kalah dari Timnas Malaysia dengan skor 4-13 kemarin (5/12). 

Kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Sephia mengatakan, dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam itu sekaligus menjadi penentu lolos atau tidaknya ke babak semifinal kategori triple women. Namun timnya ternyata tidak mampu mengimbangi kekuatan tim dari Negeri Jiran tersebut.

’’Satu tim ada tiga pemain. Teman saya ada yang off saat pertandingan. Sehingga, tidak dapat pointer. Lawan mudah mencari celah untuk menjatuhkan bola dengan jarak jauh. Kita tidak bisa mengimbangi karena itu,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan melalui telepon seluler.

Baca Juga :  Juara Umum di Kejurnas Semarang

Menurut dia, sejak awal Malaysia memang menjadi pesaing beratnya. Karena cabang olahraga (cabor) petanque telah ada di negeri itu sejak puluhan tahun lalu. Sedangkan, di Indonesia, petanque termasuk cabor baru. Selain itu Timnas Indonesia tidak mendapat kesempatan bertanding dengan tim lain dalam satu grup. Yakni, Filipina dan Kamboja. ’’Penentuannya hanya satu kali tanding dan dilihat siapa yang menang dan kalah. Yang menang masuk semifinal. Apalagi saya hanya turun di kategori triple women,’’ terangnya.

Sepulang dari Filipina nanti, siswi SMK Muhammadiyah 10 Mantup  berusia 17 tahun ini akan rehat selama dua minggu di rumah. Setelah itu, dia akan menjalani bimbingan khusus (bimsus) bersama tim petanque Jawa Timur. ’’Sebagai persiapan untuk mengikuti kejuaraan Petanque Terbuka di Solo dan Bali,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Raih Dua Medali Perunggu di Makassar

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pupus harapan atlet petanque Lamongan, Sephia Febriyanti mempersembahkan medali Sea Games 2019 di Filipina. Sebab Timnas Indonesia yang diperkuatnya kalah dari Timnas Malaysia dengan skor 4-13 kemarin (5/12). 

Kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Sephia mengatakan, dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam itu sekaligus menjadi penentu lolos atau tidaknya ke babak semifinal kategori triple women. Namun timnya ternyata tidak mampu mengimbangi kekuatan tim dari Negeri Jiran tersebut.

’’Satu tim ada tiga pemain. Teman saya ada yang off saat pertandingan. Sehingga, tidak dapat pointer. Lawan mudah mencari celah untuk menjatuhkan bola dengan jarak jauh. Kita tidak bisa mengimbangi karena itu,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan melalui telepon seluler.

Baca Juga :  Liga 1 Ditunda, Persela Hadapi Masalah Finansial

Menurut dia, sejak awal Malaysia memang menjadi pesaing beratnya. Karena cabang olahraga (cabor) petanque telah ada di negeri itu sejak puluhan tahun lalu. Sedangkan, di Indonesia, petanque termasuk cabor baru. Selain itu Timnas Indonesia tidak mendapat kesempatan bertanding dengan tim lain dalam satu grup. Yakni, Filipina dan Kamboja. ’’Penentuannya hanya satu kali tanding dan dilihat siapa yang menang dan kalah. Yang menang masuk semifinal. Apalagi saya hanya turun di kategori triple women,’’ terangnya.

Sepulang dari Filipina nanti, siswi SMK Muhammadiyah 10 Mantup  berusia 17 tahun ini akan rehat selama dua minggu di rumah. Setelah itu, dia akan menjalani bimbingan khusus (bimsus) bersama tim petanque Jawa Timur. ’’Sebagai persiapan untuk mengikuti kejuaraan Petanque Terbuka di Solo dan Bali,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Raih Dua Medali Perunggu di Makassar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/