alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Diwanti-wanti Jaga Emosi

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tindakan temperamental Dwi Kuswanto di laga lawan Borneo FC harus menjadi pelajaran berharga bagi Dian Agus Prasetyo dan Reza. Dua penjaga gawang itu disiapkan menghadapi Persib Bandung di Stadion Surajaya Lamongan, Jumat (9/8). Dian Agus dipastikan menjadi starter, sedangkan Reza sebagai kiper pelapis. 

’’Saat ini dia (Dian Agus) perkembangannya sudah cukup bagus,’’ tutur Pelatih Kiper Persela Erick Ibrahim kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (4/8). 

Erick mengaku sempat masih ada kelemahan dari Dian Agus. Namun, sudah mulai dibenahi dalam latihan. Sehingga, diharapkan Dian Agus siap seratus persen menghadapi situasi apapun menjamu Maung Bandung – julukan Persib. 

’’Selama latihan terus aku drill (genjot) kelemahan dia (Dian Agus). Yang lain-lain tidak ada masalah. Untuk pengalaman sudah tidak kita ragukan,’’ ujar mantan Pelatih Kiper Persipura Jayapura tersebut. 

Stok penjaga gawang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut cukup minim. Hanya tersisa Reza sebagai pelapis Dian Agus. Kekhawatirannya ketika jelang pertandingan terjadi masalah dengan Dian Agus, maka Erick tak memiliki pilihan lain, selain Reza. ’’Reza belum sih. Mau tidak mau ya harus kita persiapkan. Kalau nanti ada apa-apa sama Agus, mau tidak mau yang diturunkan harus Reza,’’ ujar Erick saat dikonfirmasi via ponsel. 

Baca Juga :  Mantan Kiper Persebaya Gantikan Dwi Kus?
- Advertisement -

Erick meminta pada dua penjaga gawangnya untuk belajar dari kesalahan yang dilakukan oleh Dwi Kus. Dia mewanti-wanti pada Dian Agus dan Reza agar bermain lebih tenang dan menjaga emosi. 

’’Emosional itu kan hanya sesaat saja. Jadi jangan sampai dilakukan lah. Yang fair aja mainnya. Selalu saya bilang ke mereka. Mudah-mudahan ini pelajaran yang berharga,’’ tukasnya. 

Seperti diketahui, sebelumnya Dwi Kus menanduk pemain Borneo FC Wahyudi Hamisi, ketika Persela leading 2-1 jelang pertandingan berakhir. Kiper berambut gondrong itu mendapatkan ganjaran kartu merah dari wasit Wawan Rapiko, yang juga membuat keputusan kontroversial dengan memberikan penalti kepada Borneo FC. ’’Kita belum tahu hukuman yang diterima Dwi Kus,’’ ucap Erick. 

Baca Juga :  Bupati Yes: Peternak Jangan Panik

Sementara itu, Dian Agus Prasetyo sudah melupakan insiden di pertandingan kandang lalu. Bagi dia, itu menjadi pelajaran berharga yang tidak boleh terulang lagi di pertandingan mendatang. ’’Yang sudah lewat ngapain dipikirin lagi, kita tatap ke depannya saja,’’ imbuh mantan Kiper Barito Putera tersebut. 

Dian Agus mengaku mewaspadai bola crossing dari pemain Persib. Selain itu, Ezechiel Ndouasel kuat dalam duel udara. ’’Mulai dari sekarang kan, pelatih juga sudah mempersiapkan semuanya. Kalau dari pemain, hanya mental dan fisik aja yang dipersiapkan,’’ katanya. 

Disinggung terkait persaingan posisi starter penjaga gawang di Persela, Dian Agus mengaku jika dirinya dan pemain lainnya justru saling men-support. Sebab, siapapun yang bermain, tujuannya untuk memberikan kemenangan bagi Persela. ’’Selama ini Dwi yang sering main, karena dia yang paling siap. Saya juga masih tahap pemulihan juga, karena belum seratus persen. Kita saling support bagaimana baiknya Persela saja,’’ pungkasnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tindakan temperamental Dwi Kuswanto di laga lawan Borneo FC harus menjadi pelajaran berharga bagi Dian Agus Prasetyo dan Reza. Dua penjaga gawang itu disiapkan menghadapi Persib Bandung di Stadion Surajaya Lamongan, Jumat (9/8). Dian Agus dipastikan menjadi starter, sedangkan Reza sebagai kiper pelapis. 

’’Saat ini dia (Dian Agus) perkembangannya sudah cukup bagus,’’ tutur Pelatih Kiper Persela Erick Ibrahim kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (4/8). 

Erick mengaku sempat masih ada kelemahan dari Dian Agus. Namun, sudah mulai dibenahi dalam latihan. Sehingga, diharapkan Dian Agus siap seratus persen menghadapi situasi apapun menjamu Maung Bandung – julukan Persib. 

’’Selama latihan terus aku drill (genjot) kelemahan dia (Dian Agus). Yang lain-lain tidak ada masalah. Untuk pengalaman sudah tidak kita ragukan,’’ ujar mantan Pelatih Kiper Persipura Jayapura tersebut. 

Stok penjaga gawang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut cukup minim. Hanya tersisa Reza sebagai pelapis Dian Agus. Kekhawatirannya ketika jelang pertandingan terjadi masalah dengan Dian Agus, maka Erick tak memiliki pilihan lain, selain Reza. ’’Reza belum sih. Mau tidak mau ya harus kita persiapkan. Kalau nanti ada apa-apa sama Agus, mau tidak mau yang diturunkan harus Reza,’’ ujar Erick saat dikonfirmasi via ponsel. 

Baca Juga :  Membaca di Tepi Telaga
- Advertisement -

Erick meminta pada dua penjaga gawangnya untuk belajar dari kesalahan yang dilakukan oleh Dwi Kus. Dia mewanti-wanti pada Dian Agus dan Reza agar bermain lebih tenang dan menjaga emosi. 

’’Emosional itu kan hanya sesaat saja. Jadi jangan sampai dilakukan lah. Yang fair aja mainnya. Selalu saya bilang ke mereka. Mudah-mudahan ini pelajaran yang berharga,’’ tukasnya. 

Seperti diketahui, sebelumnya Dwi Kus menanduk pemain Borneo FC Wahyudi Hamisi, ketika Persela leading 2-1 jelang pertandingan berakhir. Kiper berambut gondrong itu mendapatkan ganjaran kartu merah dari wasit Wawan Rapiko, yang juga membuat keputusan kontroversial dengan memberikan penalti kepada Borneo FC. ’’Kita belum tahu hukuman yang diterima Dwi Kus,’’ ucap Erick. 

Baca Juga :  Pemain Pelapis Persela Lamongan Belum Sesuai Ekspektasi

Sementara itu, Dian Agus Prasetyo sudah melupakan insiden di pertandingan kandang lalu. Bagi dia, itu menjadi pelajaran berharga yang tidak boleh terulang lagi di pertandingan mendatang. ’’Yang sudah lewat ngapain dipikirin lagi, kita tatap ke depannya saja,’’ imbuh mantan Kiper Barito Putera tersebut. 

Dian Agus mengaku mewaspadai bola crossing dari pemain Persib. Selain itu, Ezechiel Ndouasel kuat dalam duel udara. ’’Mulai dari sekarang kan, pelatih juga sudah mempersiapkan semuanya. Kalau dari pemain, hanya mental dan fisik aja yang dipersiapkan,’’ katanya. 

Disinggung terkait persaingan posisi starter penjaga gawang di Persela, Dian Agus mengaku jika dirinya dan pemain lainnya justru saling men-support. Sebab, siapapun yang bermain, tujuannya untuk memberikan kemenangan bagi Persela. ’’Selama ini Dwi yang sering main, karena dia yang paling siap. Saya juga masih tahap pemulihan juga, karena belum seratus persen. Kita saling support bagaimana baiknya Persela saja,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/