alexametrics
24.1 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Terima Kasih Titik Putih

TUBAN, Radar Tuban-Persatu Tuban akhirnya bisa meraih kemenangan 2-1 atas Persik Kediri di Stadion Bumi Wali Tuban kemarin (30/9). Hadiah penalti berbau kontroversi menit ke-89 yang dilesatkan striker Persatu Mamadou Lamarana Diallo menjadi penentu kemenangan tuan rumah.

Laskar Ronggolawe sempat tertinggal 0-1 melalui gol menawan penyerang Persik Kediri Ady Eko Jayanto menit ke-67. Dan, sepuluh menit berselang Fajar Ramadan Ginting berhasil menyamakan kedudukan 1-1.

Kemenangan ini menjadi sejarah bagi Persatu Tuban setelah lima kali pertemuan dengan Persik tak pernah menang. Raihan tiga poin mengatrol posisi Persatu di atas Madura FC yang menjadi juru kunci klasemen sementara wilayah timur dan sama-sama mengoleksi 17 poin. Hanya, head to head Persatu lebih unggul dibanding Madura FC.

Sejak kickoff, Persatu berinisiatif menyerang. Peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan menjadi gol. Tuan rumah lebih unggul setelah bek Persik Kediri Risna Prahalabenta menerima kartu kuning kedua dan diusir wasit pada menit ke-35. Keunggulan jumlah pemain tersebut gagal dimanfaatkan Persatu. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0.

Baca Juga :  Persikaba Lakukan Bongkar Pasang Pemain

Di babak kedua, Persatu kian trengginas. Sejumlah peluang kembali tercipta dan gagal dikonversi menjadi gol. Akibatnya, lini belakang Persatu memilih membantu lini depan. Alih-alih mencetak gol, Persatu kian kebobolan. Macan Putih memanfaatkan serangan balik. Hasilnya, pada menit ke-67 Ady Eko Jayanto mengubah papan skor 0-1 untuk Persik. Pertandingan pun berjalan dengan tensi tinggi. Beban wajib menang masih berada di pundak tim Persatu. Beruntung kemelut di depan gawang Persik berhasil dimanfaatkan Fajar Ramadan Ginting pada menit ke-77. Hasil imbang 1-1 membuat pertandingan berjalan dengan tempo dan tensi yang tinggi. Beruntung, wasit memberikan hadiah penalti setelah winger M. Rais jatuh di kotak terlarang. Mamadou Lamarana Diallo berhasil mengeksekusi kemenangan Persatu menjadi 2-1. Sebelumnya, para pemain dan ofisial Persik Kediri protes karena keputusan wasit dinilai tak adil. Kondisi itu berlanjut hingga usai pertandingan.

Baca Juga :  Target Selesai Bulan Depan

Head coach Persik Kediri Budiardjo Thalib menyampaikan, sebenarnya pertandingan sangat seru, imbang, dan menarik. Hanya saja diwarnai keputusan wasit yang dinilai tidak fair. Salah satunya proses terjadinya kedua gol tuan rumah. ‘’Ini siaran langsung. Berani dia (wasit) seperti itu. Jujur saya datang ke sini main normal,’’ tegas dia saat konferensi pers. Kepemimpinan wasit tersebut, menurut Thalib, berdampak menurunkan mental pemainnya.

Dia menegaskan, timnya mengetahui tuan rumah menginginkan kemenangan. Karena itu, berbagai cara dilakukan.

Pelatih Bambang Sumantri mengapresiasi kerja keras seluruh pemain. Dia berpesan kepada seluruh pemainnya untuk tidak jemawa karena masih menyisakan sejumlah pertandingan yang menentukan.

TUBAN, Radar Tuban-Persatu Tuban akhirnya bisa meraih kemenangan 2-1 atas Persik Kediri di Stadion Bumi Wali Tuban kemarin (30/9). Hadiah penalti berbau kontroversi menit ke-89 yang dilesatkan striker Persatu Mamadou Lamarana Diallo menjadi penentu kemenangan tuan rumah.

Laskar Ronggolawe sempat tertinggal 0-1 melalui gol menawan penyerang Persik Kediri Ady Eko Jayanto menit ke-67. Dan, sepuluh menit berselang Fajar Ramadan Ginting berhasil menyamakan kedudukan 1-1.

Kemenangan ini menjadi sejarah bagi Persatu Tuban setelah lima kali pertemuan dengan Persik tak pernah menang. Raihan tiga poin mengatrol posisi Persatu di atas Madura FC yang menjadi juru kunci klasemen sementara wilayah timur dan sama-sama mengoleksi 17 poin. Hanya, head to head Persatu lebih unggul dibanding Madura FC.

Sejak kickoff, Persatu berinisiatif menyerang. Peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan menjadi gol. Tuan rumah lebih unggul setelah bek Persik Kediri Risna Prahalabenta menerima kartu kuning kedua dan diusir wasit pada menit ke-35. Keunggulan jumlah pemain tersebut gagal dimanfaatkan Persatu. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0.

Baca Juga :  Persela U-20 Dipermalukan Barito Putera U-20 dengan skor 0-3

Di babak kedua, Persatu kian trengginas. Sejumlah peluang kembali tercipta dan gagal dikonversi menjadi gol. Akibatnya, lini belakang Persatu memilih membantu lini depan. Alih-alih mencetak gol, Persatu kian kebobolan. Macan Putih memanfaatkan serangan balik. Hasilnya, pada menit ke-67 Ady Eko Jayanto mengubah papan skor 0-1 untuk Persik. Pertandingan pun berjalan dengan tensi tinggi. Beban wajib menang masih berada di pundak tim Persatu. Beruntung kemelut di depan gawang Persik berhasil dimanfaatkan Fajar Ramadan Ginting pada menit ke-77. Hasil imbang 1-1 membuat pertandingan berjalan dengan tempo dan tensi yang tinggi. Beruntung, wasit memberikan hadiah penalti setelah winger M. Rais jatuh di kotak terlarang. Mamadou Lamarana Diallo berhasil mengeksekusi kemenangan Persatu menjadi 2-1. Sebelumnya, para pemain dan ofisial Persik Kediri protes karena keputusan wasit dinilai tak adil. Kondisi itu berlanjut hingga usai pertandingan.

Baca Juga :  Giliran Lobi Paulo Sitanggang

Head coach Persik Kediri Budiardjo Thalib menyampaikan, sebenarnya pertandingan sangat seru, imbang, dan menarik. Hanya saja diwarnai keputusan wasit yang dinilai tidak fair. Salah satunya proses terjadinya kedua gol tuan rumah. ‘’Ini siaran langsung. Berani dia (wasit) seperti itu. Jujur saya datang ke sini main normal,’’ tegas dia saat konferensi pers. Kepemimpinan wasit tersebut, menurut Thalib, berdampak menurunkan mental pemainnya.

Dia menegaskan, timnya mengetahui tuan rumah menginginkan kemenangan. Karena itu, berbagai cara dilakukan.

Pelatih Bambang Sumantri mengapresiasi kerja keras seluruh pemain. Dia berpesan kepada seluruh pemainnya untuk tidak jemawa karena masih menyisakan sejumlah pertandingan yang menentukan.

Artikel Terkait

Most Read

Misi Perbaiki Posisi

KONI-Satlak Tuban Pantas Buka Puslatkab

Mengangkat Potensi Lokal lewat Lagu

Artikel Terbaru


/