Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuplis Ingin Lahirkan Petinju Andal

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯
Cuplis
Cuplis

BLORA, Radar Bojonegoro - Di Usia senjanya, Cuplis masih semangat melatih tinju generasi muda. Pengalamannya ikuti kejuaraan tinju profesional pada 1989 silam mendorongnya untuk mendedikasikan diri menjadi pelatih tinju. Ia ingin memunculkan bibit-bibit petinju handal dari Blora.


Advertisement

Ia lebih senang dipanggil Cuplis dibanding nama aslinya. Sebab, dari nama Cuplis itu dirinya sampai di panggung petinju profesional. Pria 56 tahun itu masih ingat pada 1989 tersebut, kali terakhir dia mengikuti kejuaraan tinju profesional.

’’Saya dulu tahun ‘89 juara tinju profesional Indonesia, tahun itu juga saya mengakhirinya (jadi petinju),” katanya. Saat tahun tersebut, dirinya mengikuti tinju profesional berat 60,5 kilogram, baik kelas terbang junior maupun penjelajah (tinju profesional yang berdiri di antara kelas berat ringan dan kelas berat).

Cuplis mengaku pernah dapat satu medali. ’’Baru satu sabuk saya dapatkan, mau tambah lagi kena sakit," ungkapnya. Cuplis telah bermain 25 kali dan ia mengaku pernah knockout (KO) saat pertandingan di Malang. Lawan terberatnya dari Ponorogo. ’’Pernah KO sekali, kalau cedera parah tidak pernah, hanya mata saja,” katanya.

Advertisement

Ia sendiri gantung sarung tinju pada 1992. Saat pensiun, dirinya pernah mengkuti diklat pelatih tinju. Sempat terseok-seok masalah perekonomian. Akhirnya, Cuplis bisa bangkit dan pada 2003 hingga saat ini menjadi pelatih tinju generasi muda di Blora.

Ia sering melatih anak-anak muda itu di taman Tuk Buntung Saat Sore hari. ’’Walaupun fasilitas minim, saya ingin Blora punya bibit petinju profesional,” jelasnya. (luk/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Anak Selalu Menunggu Disuruh? Bisa Jadi Terbiasa Tak Diberi Kesempatan Memilih

Anak Selalu Menunggu Disuruh? Bisa Jadi Terbiasa Tak Diberi Kesempatan Memilih

Anak yang selalu menunggu disuruh sebelum melakukan sesuatu belum tentu berarti malas atau tidak mandiri. Bisa jadi, ia memang terbiasa mendapatkan arahan dari orang dewasa untuk hampir setiap hal.

Orang yang Suka Menolak Fakta Ilmiah Ternyata Alasannya Ini, Menurut Psikologi

Orang yang Suka Menolak Fakta Ilmiah Ternyata Alasannya Ini, Menurut Psikologi

Mengapa orang begitu mudah menolak bukti ilmiah yang valid? Penelitian psikologi terbaru mengungkap bias kognitif dan disonansi psikologis di balik "science denial" yang sering memicu perdebatan sengit.

PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar

PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar

Melalui Pekan Nasional Mengajar bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan”, PNM menghadirkan perwakilan terbaiknya untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan perspektif

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer