
Abas suka memancing. Baginya, kegiatannya itu membutuhkan tantangan. Seorang pehobi mancing harus tahu umpan dan target ikan yang diinginkan. ‘’Hampir tidak jauh beda dengan biliar, butuh mencari solusi. Kalau sudah tahu solusinya, mengembangkan teorinya,’’ kata pelatih dari Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pobsi) Pengkab Lamongan ini
Laki-laki 52 tahun itu mengaku sering ikut perlombaan memancing galatama. Dia juga menyiapkan umpan dan cairan beraroma (essen). Abas lebih senang memancing saat malam. Alasannya, selain tidak panas, starlight pancing lebih jelas karena tidak terkena pantulan sinar matahari.
‘’Kalau malam di Lamongan jam 8 - 12 mancingnya,’’ ucap bapak anak tiga ini.
Terkait aktivitasnya sebagai pelatih, Abas menceritakan, pada 2008 dirinya menjadi pebiliar di Surabaya. Namun, dia akhirnya berhenti dan kembali ke Lamongan. Abas ingin berbagi ilmu yang bisa bermanfaat untuk generasi penerus.
‘’Intinya saya ingin berbagi dengan sekelumit pengetahuan saya,’’ ujar Abas.
Bagi Abas, terpenting dapat membuat citra biliar bagus. Selama ini, biliar di mata masyarakat masih negatif. Dia berharap masyarakat tahu bahwa biliar merupakan olahraga, yang memiliki prestasi dan bisa membanggakan. ‘’Sebagai pelatih selain punya teori, setidaknya harus bisa mempraktikkan,’’ ujarnya. (sip/yan)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




