
YAN Riya Pramono selalu menyempatkan olahraga di sela-sela kerja rutinitas. Bukan saat akhir pekan saja, ia kerap kali meluangkan waktu tenis usai pulang kerja. Menjaga kebugaran badan dan bisa mempererat tali silaturahmi dengan rekan sehobinya menjadi alasan uta direktur PDAM Tirta Amerta Blora tersebut.
Yan Riya mengatakan, tenis sudah menjadi bagian dari hidupnya tidak bisa dipisahkan. Sejak duduk di bangku SMP sudah terbiasa tenis. Hobinya berawal dari orang tuanya sering mengajaknya berlatih tenis.
Hingga saat ini, ia masih aktif di kepengurusan organisasi tenis di Kota Sate itu. ‘’Dulu ayah dan ibu sering ngajak liat latihan mereka. Lalu saya kepincut dan akhirnya sampai sekarang masih aktif meski sudah usia 50 tahun ke atas,’’ ujarnya. Yan sekarang tergabung di Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) di Blora.
Yan memilih bermain tenis usai kerja agar lebih rutin. Sebaliknya, ia tidak banyak cukup waktu ketika menjalankan hobinya saat akhir pekan. ‘’Bisanya ya sepulang kerja dengan rekan-rekan. Weekend saya gunakan pulang ke Cepu dan melihat situasi instalasi PDAM di Bengawan Solo,’’ ujarnya.
‘’Jadinya ke balik, weekend malah kerja dan nggak bisa main tenis,’’ lanjut dia.
Yan pernah menorehkan prestasi tenis. Prestasi-prestasi itulah yang mengantarkan dirinya hingga bisa bekerja di sebuah perusahaan milik pemerintah. ‘’Jujur saja, saya kerja di PDAM ini juga gara-gara tenis lapangan. Setelah ini saya memasuki pensiun. Sepertinya lebih banyak menghabiskan waktu untuk tenis,’’ tuturnya disusul tawa. (hul/rij)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




