Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sempatkan Belanja ke Pasar

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
TALENTA MUDA: Pemain tim sepak bola Bojonegoro (kaus hijau) uji coba Jumat (10/6). Tim diproyeksi porprov ini menang 3-0. (Irvan Ramadhan,rbjn)
TALENTA MUDA: Pemain tim sepak bola Bojonegoro (kaus hijau) uji coba Jumat (10/6). Tim diproyeksi porprov ini menang 3-0. (Irvan Ramadhan,rbjn)
MUDIK lebih awal, tidak membuat Didik Mukrianto melewatkan halalbihalal bersama kerabat, sahabat, dan masyarakat di Bojonegoro. Dua hari sebelum Idul Fitri, memutuskan kembali ke Jakarta, dan lebaran bersama mertuanya.

‘’Hari ketiga lebaran mudik ke Magetan. Setelah itu ke Bojonegoro lagi,’’ tutur anggota DPR RI dapil Bojonegoro-Tuban itu.

Bagi Didik, Bojonegoro rumah keduanya setelah Jakarta. Menjadi rumah menyenangkan. Terutama kuliner dan budaya masyarakatnya. ‘’Bukan hanya karena saya wakil rakyat, tapi senang menjadi bagian dari Bojonegoro,’’ tutur alumni doktoral Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta.

Politikus Partai Demokrat itu terkadang memilih hiburan di Bojonegoro dengan berkunjung ke pasar untuk berbelanja dan ngobrol dengan para pedagang. ‘’Terutama mbah-mbah penjual di pasar sekaligus berbelanja. Karena memang suka masak,’’ ujar Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna tersebut. (ewi/rij)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Seniman Reog Ponorogo Restui Barongan Blora ke UNESCO

Seniman Reog Ponorogo Restui Barongan Blora ke UNESCO

Barongan Blora selangkah lebih dekat menuju panggung budaya dunia. Bukan dengan meninggalkan akar tradisinya, melainkan dengan merangkul saudara serumpun yang lebih dulu mendapat pengakuan UNESCO, Reog Ponorogo.

Mengenal Suku Kalang, Kelompok Masyarakat Jawa yang Disebut Memiliki Postur Tubuh Lebih Besar

Mengenal Suku Kalang, Kelompok Masyarakat Jawa yang Disebut Memiliki Postur Tubuh Lebih Besar

Suku Kalang kerap menjadi perhatian karena cerita masyarakat yang menyebut sebagian keturunannya memiliki postur tubuh tinggi, tegap, dan berukuran lebih besar dibandingkan orang Jawa pada umumnya.

Puisi Radar Bojonegoro: Oleh Nono Warnono

Puisi Radar Bojonegoro: Oleh Nono Warnono

Aku bicara dengan diriku sendiri tentang janji janji berbuih samudera untuk menuai rembulan bermega menguntai matahari dan hari-hari merenda bintang biru langit lazuardi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer