MEMBACA bagi Rischa Inayatul Maula merupakan kegiatan sangat bermanfaat. Melalui bacaan wawasan kian bertambah, melatih imajinasi dan kreativitas ikut terpantik, dan salah satu cara mengurangi stres. Bagi Rischa, membaca menjadi hiburan tersendiri.
"Melalui membaca seseorang dapat mengenal berbagai hal baru dari banyak bidang dan memperluas cara berpikir," ucapnya dengan mata berbinar. Sejak kecil, perempuan asal Kecamatan Kanor ini sudah akrab dengan buku.
Namun, kata ia, kian kuat saat bersekolah dan mondok di MTs Boarding School Mamba'us Sholihin. Di lingkungan pesantren ini ia merasa makin bersemangat belajar. Sadar bahwa membaca bukan sekadar mengisi waktu luang.
"Tapi, juga jendela memperluas wawasan dan memperdalam pengetahuan," tuturnya. Rischa mengaku paling suka buku seperti novel atau fiksi, sejarah, dan biografi tokoh inspiratif. Menurutnya, ini menjadi awal ketertarikannya terhadap dunia literasi.
Kebiasaan membacanya pun kian berkembang saat di bangku perkuliahan. Dituntut berpikir kritis, logis, rasional, dan memahami persoalan membuatnya semakin berjibaku dengan buku.
Makanya, kata dia, membaca bukan hanya rutinitas akademik, tetapi juga pembiasaan pola pikir yang kritis dan rasional.
Bahkan, membaca selalu dilakukannya setiap hari. Terutama saat luang dan akhir pekan. Mulai dari karya sastra, buku motivasi, hingga bacaan keagamaan. "Ini membantu saya memperkaya kosakata, mempertajam daya analisis, dan memperluas sudut pandang tentang kehidupan sosial, budaya, dan spiritual," ujar mahasiswi IAI Al-Fatimah itu.
Lulusan Pesantren Nahdlatul Qur'an Kudus ini mengatakan, membaca baginya adalah pondasi dan proses belajar dan mengajar. Melalui membaca memperoleh pengetahuan, inspirasi, dan nilai kehidupan memperkaya diri.
"Karena itu, membaca menjadi bagian penting dalam perjalanan saga sebagai pembelajar dan pendidik yang ingin terus berkembang," imbuh perempuan yang juga mengajar tahfidz Alquran di SMP Modern Al-Fatimah itu. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana