HOBI bisa jadi sumber ekonomi. Pekerjaan tak melulu harus dilakukan di meja dan kursi dalam ruangan. Jam kerja bisa diatur menjadi kemewahan tersendiri. Layaknya sistem kerja kedua Dyah Ayu Pratama.
Selain berprofesi sebagai guru taman kanak-kanak (TK), perempuan kerap disapa Ayu itu juga aktif menjadi kreator konten di media sosial (medsos). Mulai Instagram hingga Tiktok.
Dalam kontennya, seringkali memuat review atau mengulas daily makeup (rias sehari-hari), skincare, makanan, hingga daily content atau konten sehari-hari.
‘’Untuk konten biasanya dimuat tergantung deadline dari brand atau owner gitu. Karena kan endorse. Biasanya seminggu dua sampai tiga kali posting,’’ ucap perempuan 30 tahun itu.
Namun, lanjut dia, kalau mengunggah story di Instagram dilakukan setiap hari. Karena agar menandakan akun masih ada. Ayu menuturkan, memilih jenis konten itu berangkat dari hobi selama ini. Awalnya mencoba konten makeup dan tiba-tiba ada yang mengajak kerja sama. ‘’Ya sudah keterusan sampai sekarang. Yang dulu followers atau pengikut cuma sekitar 2.000 sekarang sudah 11 ribu,’’ lanjut dia.
Ayu menambahkan, dari endorse itu pernah diberi fee atau bayaran Rp 1.000 untuk paid promote. Sekarang sudah mencapai ratusan ribu setiap promosi. Bahakan, brand skincare besar juga menggunakan jasanya. ‘’Khusus di Bojonegoro aku menerima tawaran visit (kunjungan) untuk UMKM yang baru atau sedang merintis. Kadang juga kasih free (bebas biaya),’’ tutur pemilik akun Instagram @dyahayupratama itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana