Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dini Nur Febriyanti: Hobi Memasak yang Tumbuh Sejak Dini

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯

 

Photo
Photo


Advertisement

BAGI Dini Nur Febriyanti, dapur dan lapak jualan bukan cuma ruang bekerja, melainkan tempat ia belajar bertahan dan bermimpi.

Perempuan 20 tahun asal Bojonegoro ini menekuni dunia memasak sekaligus berjualan sejak usia sangat belia, jauh sebelum ia memahami arti usaha.

Dini, sapaannya, mengaku hobi berjualan sudah tumbuh sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Ia pernah berkeliling kampung menjajakan es lilin buatan sendiri.

Advertisement

Meski sempat dimarahi sang ibu karena berjualan diam-diam, semangat itu tak pernah padam.

“Karena kulkas saya baru jadi saya pengin jualan dan berkeliling kampung untuk menjual es lilin,” kenangnya. 

Berbagai makanan pernah ia coba jual, mulai dari pisang pasir, pisang cokelat, sosis, sempol, hingga cireng rujak.

Advertisement

Dukungan justru datang dari lingkungan sekolah. Tak heran, setiap praktik kewirausahaan, Dini kerap menjadi yang terbaik.

“Dari SD saya dititipin jualan tetangga saya untuk dibawa ke sekolah dan alhamdulillah-nya selalu habis,” ujarnya. 

Memasuki SMP, saat teman sebayanya sibuk dengan masa remaja, Dini justru membangun online shop sendiri.

Dari hasil jualan itulah ia mampu membeli ponsel dan sepeda tanpa bantuan orang tua. Bakat tersebut akhirnya mengantarkannya masuk SMKN 1 Bojonegoro jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran, di mana ia kembali menorehkan prestasi penjualan terbanyak ketika ada lomba internalsekolah.

Kini, anak terakhir dari tiga bersaudara itu menimba ilmu Manajemen Ritel di Universitas Bojonegoro sambil menjalankan usaha dimsum goreng melalui akun TikTok dimsumgorengkejulumerbjn.

Modal awalnya bahkan berasal dari keberaniannya menjual ponsel pribadi. “Alhamdulillah sekarang sudah hampir satu tahun usaha saya jalan,” tuturnya. 

Hasil jerih payah itu membuahkan kebanggaan tersendiri, hingga mampu memberikan kado untuk sang ibu.

Meski telah memiliki beberapa usaha rumahan dan satu karyawan, Dini mengaku belum ingin berhenti. Baginya, memasak dan berjualan bukan sekadar mencari untung, melainkan hobi yang menghidupkan harapan, dan terus ia rawat dengan kerja keras. (kam/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Siti Lailatun Naimah, Belajar Mandiri sejak Dini

Siti Lailatun Naimah, Belajar Mandiri sejak Dini

Menurutnya, punya penghasilan sendiri menjadi salah satu cara untuk mewujudkan keinginan kuliah tanpa menambah beban orang tua.

Feby Ana Nur Hidayah, Kuliah sambil Berbisnis

Feby Ana Nur Hidayah, Kuliah sambil Berbisnis

MENJALANI mahasiswa sekaligus merintis usaha bukan perkara mudah. Namun, kesibukan kuliah tak menyurutkan langkah Feby Ana Nur Hidayah untuk belajar mandiri melalui dunia bisnis.

Opini: Paradoks Kuliah Gratis dan Kualitas Riset

Opini: Paradoks Kuliah Gratis dan Kualitas Riset

PADA 18 September 2026, di puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional, Presiden Prabowo Subianto melontarkan janji besar: pendidikan negeri gratis dari SD hingga universitas negeri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer