Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Debrina Aulia Azzahra: Hobi Merias Wajah

D
Penulis: Dewi Safitri❯
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO

 


Advertisement

Di depan cermin, waktu kerap berjalan lebih pelan bagi Debrina Aulia Azzahra. Sejak kecil, gadis 20 tahun itu betah berlama-lama merapikan wajah, memainkan kuas, dan membiarkan warna berbicara. Tanpa disadari, kegemaran sederhana itu tumbuh menjadi hobi yang kian terasah, yakni merias wajah.

Debrina sapaannya, mulai berani menunjukkan kemampuannya saat duduk di bangku SMA. Kala itu, ia menimba ilmu di pondok pesantren yang sering mengadakan acara yang mengharuskan untuk make up. Dukungan datang dari rumah. Sang ibu, yang lebih dulu malang melintang di dunia make up Bojonegoro (saat ini di dunia hairdo), mengirimkan peralatan make up. Agar Debrina bisa belajar tanpa ragu. Dari situlah kepercayaan diri perlahan tumbuh.

“Ini termasuk salah satu hobi yang dapat support dari orang tua,” ujar mahasiswa semester 3 Universitas Bojonegoro tersebut.

Advertisement

Bagi Debrina, make up bukan sekadar poles wajah. Melainkan ekspresi bahagia dari dalam diri. Ada rasa puas ketika klien tersenyum, apalagi jika bertemu sosok yang tak rewel, paham riasan, tidak kebanyakan nego, bahkan meninggalkan tip kecil di akhir sesi. Momen itu selalu membuatnya pulang dengan senyum mengembang.

Kini, Debrina masih setia menjadi asisten ibunya. Menyusuri job demi job, kadang jauh, sekaligus menjadi ruang belajar dan healing berbayar. Ada duka saat pekerjaan sepi dan kebutuhan mendadak datang. Namun harapan tetap terjaga.

“Semoga kedepannya dengan berbekal pengalaman asisten ikut ibu, bisa meneruskan brandingnya ibu. Bahkan harus lebih maksimal dari sekarang,” harap gadis tinggal di Jalan MH Thamrin, Bojonegoro tersebut. (ewi/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Refleksi Hari Santri 2026: Tradisi dan Nilai Pancasila di Pondok Pesantren

Refleksi Hari Santri 2026: Tradisi dan Nilai Pancasila di Pondok Pesantren

SETIAP 22 Oktober selalu menjadi salah satu momen bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya para ulama dan  santri.

Data Penerima Diverifikasi Ulang, Honor Guru Madin dan TPQ di Blora Tersendat

Data Penerima Diverifikasi Ulang, Honor Guru Madin dan TPQ di Blora Tersendat

Pencairan honor guru madrasah diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Blora masih menunggu penyelesaian verifikasi data penerima.

Naila Niswa Muntaza: Bermimpi Jadi Independent Woman

Naila Niswa Muntaza: Bermimpi Jadi Independent Woman

BANYAK dari pelajar yang menempuh pendidikan di pondok pesantren (ponpes) karena arahan orang tua.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer