Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Regita Dewi Puspamurti: Belajar Kepedulian di PMR

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO

 


Advertisement

REGITA Dewi Puspamurti mendapatkan banyak pelajaran dari mengikuti ekstrakurikuler palang merah remaja (PMR). Regita menilai PMR maupun Palang Merah Indonesia (PMI) sebuah organisasi kemanusiaan yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan.

Serta mengajarkan kepedulian dan sikap tolong menolong satu sama lain tanpa membeda-bedakan siapapun orangnya. ''Ikut PMR sejak SMP," ungkap siswi SMAN MT Bojonegoro tersebut.

Regita mendapatkan banyak pengalaman, teman, kemampuan kerja sama serta belajar tanggung jawab. Namun, terdapat tantangan dihadapi yaitu harus membagi waktu antara kegiatan di PMR dengan lainnya. Meski begitu, justru bisa membagi waktu.

Advertisement

''Belajar tanggung jawab dengan kegiatan-kegiatan yang diikuti," jelas siswi 17 tahun itu. Siswi asal Desa/Kecamatan Dander tersebut ingin terus belajar dan berkembang melalui PMR.

Namun, tidak hanya prestasi, juga pembentukan karakter diri yang lebih peduli dan bersedia membantu sesama. ''Ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan bisa bermanfaat bagi semua orang," jelasnya. (irv/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hepatitis B Dominasi Hasil Reaktif Skrining Donor Darah di Bojonegoro, PMI: Reaktif Belum Tentu Positif

Hepatitis B Dominasi Hasil Reaktif Skrining Donor Darah di Bojonegoro, PMI: Reaktif Belum Tentu Positif

Menurut Imam, petugas melakukan skrining empat parameter melalui transfusi darah atau donor reaktif penyakit menular. Di antaranya Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis, dan HIV/AIDS.

Anak Selalu Menunggu Disuruh? Bisa Jadi Terbiasa Tak Diberi Kesempatan Memilih

Anak Selalu Menunggu Disuruh? Bisa Jadi Terbiasa Tak Diberi Kesempatan Memilih

Anak yang selalu menunggu disuruh sebelum melakukan sesuatu belum tentu berarti malas atau tidak mandiri. Bisa jadi, ia memang terbiasa mendapatkan arahan dari orang dewasa untuk hampir setiap hal.

Orang yang Suka Menolak Fakta Ilmiah Ternyata Alasannya Ini, Menurut Psikologi

Orang yang Suka Menolak Fakta Ilmiah Ternyata Alasannya Ini, Menurut Psikologi

Mengapa orang begitu mudah menolak bukti ilmiah yang valid? Penelitian psikologi terbaru mengungkap bias kognitif dan disonansi psikologis di balik "science denial" yang sering memicu perdebatan sengit.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer