Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alifah Nur Abidah: Rutinitas Jadi Passion

D
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO

 


Advertisement

BAGI Alifah Nur Abidah, keseharian tak lagi sekadar soal bekerja. Di sela aktivitasnya, perempuan yang tinggal di Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu ini menemukan ruang berekspresi lewat dunia kecantikan.

Dari rutinitas sederhana, Alifah kini aktif sebagai beauty influencer yang terus mengasah kreativitasnya di media sosial. “Berawal dari rutinitas yang berkelanjutan menjadi hobi dan kesenangan yang dilakukan saat senggang,” ungkapnya.

Seiring waktu, kegiatan membuat konten kecantikan justru menjadi bagian penting dalam kesehariannya. Bahkan, ada perasaan yang berbeda ketika sehari saja tak mengunggah konten. “Jadi ibarat kalau kita gak ngonten sehari itu hidup terasa hampa,” tuturnya.

Advertisement

Baginya, konsistensi menjadi kunci agar hobi yang digeluti bisa terus berkembang dan menemukan audiensnya sendiri.  Ke depan, Alifah menyimpan harapan besar terhadap perjalanan yang sedang ia jalani.

Ia ingin tumbuh, dikenal lebih luas, dan memberi dampak positif bagi banyak perempuan. “Semakin besar dan bisa memberikan inspirasi untuk semua wanita yang membaca ini,” pungkasnya. (dan/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dwi Okta Indah Rimawati, Taklukkan Sepuluh Puncak Gunung dan Bukit

Dwi Okta Indah Rimawati, Taklukkan Sepuluh Puncak Gunung dan Bukit

SELALU Aktif di segala kegiatan, sehingga Dwi Okta Indah Rimawati selalu menjadi panutan bagi adik-adiknya. Segala sesuatu yang dilakukannya didasari semangat bermanfaat dan bermakna bagi sekitar.

Ciri-Ciri Lelaki Red Flag, Perempuan Jangan Sampai Terjebak Ketampanan

Ciri-Ciri Lelaki Red Flag, Perempuan Jangan Sampai Terjebak Ketampanan

Tidak semua laki-laki yang tampan dan romantis memiliki karakter bermasalah. Namun, penampilan menarik terkadang bisa memengaruhi cara seseorang menilai kepribadian orang lain. Akibatnya, sejumlah tanda bahaya dalam hubungan berisiko diabai

Pemerhati Anak dan Perempuan Unigoro Soroti Kasus Bullying: Sekolah Harus Punya Langkah Mitigasi

Pemerhati Anak dan Perempuan Unigoro Soroti Kasus Bullying: Sekolah Harus Punya Langkah Mitigasi

Irma mengungkapkan, peristiwa bully marak terjadi di lingkungan pendidikan. Penyebabnya  lemahnya pendidikan karakter, pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan, serta budaya senioritas. Ditambah kurangnya sistem pengawasan di sekolah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer