Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SMA/SMK Bakal Hadapi Lima Mapel di Tes Kemampuan Akademik

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯

PELAJAR: Para pelajar mengendarai sepeda motor melintas di Jalan dr Suharso hendak berangkat ke sekolah.
PELAJAR: Para pelajar mengendarai sepeda motor melintas di Jalan dr Suharso hendak berangkat ke sekolah.


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pada pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) perdana tahun ini, siswa kelas 12 SMA/SMK akan menghadapi lima mata pelajaran (mapel).

Terdiri atas tiga mapel wajib, dan dua mapel pilihan. Mapel wajib yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Sementara, mapel pilihan sesuai dengan jurusan siswa. Seperti Biologi, Fisika, maupun Ekonomi dan Sejarah.

Advertisement

Kepala SMKN 2 Bojonegoro Suyono mengatakan, mapel wajib yang masuk dalam TKA Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Lalu, ditambah mapel pilihan. Siswa memilih dua mapel pilihan sesuai dengan jurusan. Persiapan dimulai dengan sosialisasi pada siswa kelas 12 yang akan menghadapi TKA.

Selain mempersiapkan perangkat atau sarana dan prasarana dibutuhkan pelaksanaan TKA. Menurut Suyono, TKA digelar untuk mengukur capaian akademik pada beberapa mata pelajaran tertentu.

Advertisement

Hasil TKA sebagai salah satu bahan pertimbangan seleksi jenjang pendidikan selanjutnya dan penyetaraan antar jalur pendidikan.

Juga hasil TKA dapat digunakan untuk keperluan seleksi akademik lainnya. ''Untuk memersiapkan anak masuk ke perguruan tinggi," jelasnya.

Kepala SMAN 3 Bojonegoro Tri Herwidyatmono mengatakan, tiga mapel wajib yang masuk TKA terdiri dari Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.

Lalu, ditambah dua mapel pilihan dari berbagai bidang studi seperti Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dan Sejarah. ''Tergantung pada jurusan," jelasnya.

Tri menjelaskan, saat ini sekolah  baru pemetaan kompetensi yang akan diikuti masing-masing siswa. Tapi beberapa sekolah ada sudah mulai melakukan persiapan pembinaan ke siswa.

''Kalau SMAN 3 Bojonegoro secara teknis belum (persiapan)," ujarnya. Menurut Tri, TKA sebenarnya adalah satu assesment untuk siswa yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akademiknya yang bisa memberikan gambaran secara nasional.

Asesmen ini berdampak untuk siswa yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Masuk perguruan tinggi akan menggunakan hasil TKA ini, meskipun tidak mempengaruhi kelulusan.

Terutama siswa yang akan masuk lewat jalur prestasi. ''Ini akan membantu siswa untuk menentukan pilihan jurusan," ungkapnya. (irv/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Delfina Aulya Fajry Bobane: Merangkai Mimpi lewat Lensa Kamera

Delfina Aulya Fajry Bobane: Merangkai Mimpi lewat Lensa Kamera

Bagi Delfina, proses kreatif menjadi bagian paling menyenangkan. Mulai menyusun konsep, berburu sudut pengambilan gambar terbaik, hingga mengedit video menjadi karya yang utuh.

Naura Auni Shalihah Mahardika, Peraih Medali Perunggu OMNAS-15: Bercita-cita Menjadi Diplomat dan Keliling Dunia

Naura Auni Shalihah Mahardika, Peraih Medali Perunggu OMNAS-15: Bercita-cita Menjadi Diplomat dan Keliling Dunia

Ketertarikan siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro tersebut pada bahasa asing tumbuh sejak usia belia. Bahkan sebelum lancar membaca, ia telah akrab dengan percakapan sederhana berbahasa Inggris yang dibiasakan kedu

Dari Ruang Kelas ke Halaman Koran, Jejak Literasi Suharsono A.Q.S.: Ide Menulis Muncul Kapan Saja, Terbitkan 15 Buku Antologi

Dari Ruang Kelas ke Halaman Koran, Jejak Literasi Suharsono A.Q.S.: Ide Menulis Muncul Kapan Saja, Terbitkan 15 Buku Antologi

Bagi pria berusia 50 tahun tersebut, mengajar Bahasa Indonesia bukan hanya soal menyampaikan teori atau mengajarkan kaidah bahasa. Ada ruang yang lebih luas dari itu, yakni menanamkan kebiasaan berkarya dan meninggalkan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer