Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjahit di Blora Kebanjiran Order Seragam Sekolah

KM
KETIBAN REZEKI: Pengusaha konveksi dan penjahit skala rumahan kebanjiran orderan jelang masuk sekolah. Bahkan mereka sampai menolak alias close order jahitan seragam. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BLORA)
KETIBAN REZEKI: Pengusaha konveksi dan penjahit skala rumahan kebanjiran orderan jelang masuk sekolah. Bahkan mereka sampai menolak alias close order jahitan seragam. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro — Momen masuk sekolah menjadi berkah tersendiri bagi para penjahit. Mereka kebanjiran order menjahit seragam sekolah. Saking banyaknya pesanan, mereka sampai menolak atau close order jahitan seragam.


Advertisement

Riyanto, salah satu penjahit asal Randublatung mengatakan, sudah tidak mampu menerima orderan jahit lantaran sudah banyak menerima pesanan. Pesanannya beragam. Mulai dari seragam siswa SD, SMP, SMA hingga beberapa stel seragam aparatur sipil negara (ASN). Bahkan, sudah masuk pesanan pada jauh-jauh hari.

Kami terpaksa menolak beberapa konsumen akibat orderan yang cukup tinggi. Mereka rata-rata pakai seragam baru saat awal masuk seperti sekarang ini. ''Jadi harus lembur,'' terangnya.

Pria yang sudah menekuni pekerjaan menjahit selama 40 tahun ini menjelaskan, mulai bekerja pada pagi hingga malam hari.

Advertisement

Karena saya tidak punya karyawan lain, saya usaha ini sama istri. ''Akhirnya kalau ada yang pengen cepet-cepetan jadi, saya tolak orderannya,'' tuturnya

Romli, Pengusaha Konveksi di Blora mengaku kewalahan dengan pesanan menjelang masuk sekolah ini. Dia juga sudah menutup order. 

Sudah kami tutup untuk pesanan. Sudah memenuhi kuota bahkan lebih. Jadinya kami stop dulu, tuturnya.

Advertisement

Dwi, salah satu wali murid yang saat ini putrinya diterima di SMP N 1 Randublatung mengatakan, hingga kini seragam OSIS dan pramuka putrinya masih belum jadi. Sehingga, dia harus memberikan pengertian kepada putrinya.

Karena antre, anak saya sempat menangis karena seragamnya belum jadi, pungkasnya. (hul/zim)

Advertisement
Editor : M. Yusuf Purwanto
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

737 Ruang Kelas Rusak, Terbanyak di Kecamatan Tambakrejo

737 Ruang Kelas Rusak, Terbanyak di Kecamatan Tambakrejo

Persoalan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bojonegoro masih menjadi pekerjaan rumah. Di Kecamatan Tambakrejo paling parah.

Tiga Bulan Tak Dapat MBG, SMPN 1 Blora: Aman-aman Saja

Tiga Bulan Tak Dapat MBG, SMPN 1 Blora: Aman-aman Saja

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum kembali menyentuh meja makan siswa SMP Negeri 1 Blora. Sudah lebih dari tiga bulan para siswa tak menerima menu MBG setelah sebelumnya ratusan siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan

5 Rekomendasi SD Swasta Terbaik di Bojonegoro, Bisa Jadi Pilihan untuk Pendidikan Anak

5 Rekomendasi SD Swasta Terbaik di Bojonegoro, Bisa Jadi Pilihan untuk Pendidikan Anak

Di Kabupaten Bojonegoro, terdapat sejumlah sekolah dasar swasta yang menawarkan berbagai pendekatan pendidikan. Berdasarkan data sekolah yang tersedia, terdapat 19 SD swasta di Kabupaten Bojonegoro

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer