Penjahit di Blora Kebanjiran Order Seragam Sekolah

BLORA, Radar Bojonegoro — Momen masuk sekolah menjadi berkah tersendiri bagi para penjahit. Mereka kebanjiran order menjahit seragam sekolah. Saking banyaknya pesanan, mereka sampai menolak atau close order jahitan seragam.
Riyanto, salah satu penjahit asal Randublatung mengatakan, sudah tidak mampu menerima orderan jahit lantaran sudah banyak menerima pesanan. Pesanannya beragam. Mulai dari seragam siswa SD, SMP, SMA hingga beberapa stel seragam aparatur sipil negara (ASN). Bahkan, sudah masuk pesanan pada jauh-jauh hari.
Kami terpaksa menolak beberapa konsumen akibat orderan yang cukup tinggi. Mereka rata-rata pakai seragam baru saat awal masuk seperti sekarang ini. ''Jadi harus lembur,'' terangnya.
Pria yang sudah menekuni pekerjaan menjahit selama 40 tahun ini menjelaskan, mulai bekerja pada pagi hingga malam hari.
Karena saya tidak punya karyawan lain, saya usaha ini sama istri. ''Akhirnya kalau ada yang pengen cepet-cepetan jadi, saya tolak orderannya,'' tuturnya
Romli, Pengusaha Konveksi di Blora mengaku kewalahan dengan pesanan menjelang masuk sekolah ini. Dia juga sudah menutup order.
Sudah kami tutup untuk pesanan. Sudah memenuhi kuota bahkan lebih. Jadinya kami stop dulu, tuturnya.
Dwi, salah satu wali murid yang saat ini putrinya diterima di SMP N 1 Randublatung mengatakan, hingga kini seragam OSIS dan pramuka putrinya masih belum jadi. Sehingga, dia harus memberikan pengertian kepada putrinya.
Karena antre, anak saya sempat menangis karena seragamnya belum jadi, pungkasnya. (hul/zim)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




