alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Blora Itu Kenangan

SELAMAT pagi Bupati Blora Arief Rohman. Sugeng enjeng Wakil Bupati (Wabup) Blora Tri Yuli Setyowati, Kapolres, Kajari, dan Dandim Blora, dan para pembaca semua.

 

Pagi ini cukup bahagia. Jawa Pos Radar Bojonegoro kembali menghadirkan satu halaman khusus untuk Blora dan Cepu. Halaman baru yang akan selalu terbit setiap hari. Berita-berita akurat akan kami sajikan.

 

Sebenarnya ini bukan halaman baru. Sebelumnya, sudah ada ada halaman Radar Blora. Namun, kebutuhan halaman akhirnya berita-berita tentang Blora digabung dengan Radar Bojonegoro.

 

Semangat halaman baru ini seperti semangat warga Blora yang selalu bahagia dan terus maju. Masih banyak langganan koran di Blora, yang setiap pagi selalu menanti Jawa Pos Radar Bojonegoro. Tak heran setiap pagi, setiap hari, selalu ada koran ini beredar di Blora.

 

Baca Juga :  Problematika Perut dalam Patahan Hegemoni Pangan

Bagi kami, Blora merupakan kabupaten cukup dekat dengan Jawa Pos Radar Bojonegoro. Kesamaan budaya dan logat bahasa seakan menjadikan Bojonegoro dan Blora itu satu kawasan.

 

Sudah menjadi jujugan ke Blora dan Cepu, bila warga Bojonegoro kangen dengan sate sapi dan sate ayam kampung. Rela berkendara jauh menuju Ngloram, hanya untuk menyantap opor ayam.

 

Selalu mampir ke Cepu, hanya untuk membeli jajanan bolang-baling. Kangen naik dokar kala malam mengelilingi perkotaan Cepu. Dan satu-satunya daerah kawasan yang memiliki bandara.

 

Ya, Blora ramah bagi warga kawasan sekitar. Kian banyak warga Bojonegoro (sisi barat mulai Kalitidu, Padangan, Kasiman, dan Ngraho) memilih akhir pekan di Cepu. Menghabiskan malam minggu di angkringan-angkringan.

 

Blora selalu ada kenangan. Kabupaten berbatasan dengan Bojonegoro, Tuban, dan Ngawi Jawa Timur, ini menjadi daerah melahirkan karya dan tokoh-tokoh besar. Daerah kaya akan hutan pohon jati ini melahirkan Pramoedya Ananta Toer dengan karya-karya bukunya yang mendunia. Pram menjadi tokoh Indonesia yang sudah menerima nobel.

Baca Juga :  Butuh Sosok Kompeten Peduli Persibo

 

Tirto Adhi Soerjo (TAS) merupakan tokoh asal Blora sebagai pendiri surat kabar pertama. Ketokohannya diakui para jurnalis se Indonesia. Sosok putra dari Raden Ngabehi Muhammad Chan Tirtodipuro dan cucu dari Raden Mas Tumenggung Tirtonoto, itu pun namanya dijadikan identitas jalan di Bandung.

 

Masih ada banyak tokoh-tokoh lahir di kabupaten ternama dengan sate sapi ini. Nah, tidak heran bila Blora menyimpan kenangan. Menyimpan potensi besar. Menyimpan masa depan yang benderang.

 

Terima kasih Mas Arief sapaan akrab Bupati Blora, Ibu Wabup, Kapolres, Kajari, dan Dandim. Semoga halaman baru ini bermanfaat. (*)

SELAMAT pagi Bupati Blora Arief Rohman. Sugeng enjeng Wakil Bupati (Wabup) Blora Tri Yuli Setyowati, Kapolres, Kajari, dan Dandim Blora, dan para pembaca semua.

 

Pagi ini cukup bahagia. Jawa Pos Radar Bojonegoro kembali menghadirkan satu halaman khusus untuk Blora dan Cepu. Halaman baru yang akan selalu terbit setiap hari. Berita-berita akurat akan kami sajikan.

 

Sebenarnya ini bukan halaman baru. Sebelumnya, sudah ada ada halaman Radar Blora. Namun, kebutuhan halaman akhirnya berita-berita tentang Blora digabung dengan Radar Bojonegoro.

 

Semangat halaman baru ini seperti semangat warga Blora yang selalu bahagia dan terus maju. Masih banyak langganan koran di Blora, yang setiap pagi selalu menanti Jawa Pos Radar Bojonegoro. Tak heran setiap pagi, setiap hari, selalu ada koran ini beredar di Blora.

 

Baca Juga :  Butuh Sosok Kompeten Peduli Persibo

Bagi kami, Blora merupakan kabupaten cukup dekat dengan Jawa Pos Radar Bojonegoro. Kesamaan budaya dan logat bahasa seakan menjadikan Bojonegoro dan Blora itu satu kawasan.

 

Sudah menjadi jujugan ke Blora dan Cepu, bila warga Bojonegoro kangen dengan sate sapi dan sate ayam kampung. Rela berkendara jauh menuju Ngloram, hanya untuk menyantap opor ayam.

 

Selalu mampir ke Cepu, hanya untuk membeli jajanan bolang-baling. Kangen naik dokar kala malam mengelilingi perkotaan Cepu. Dan satu-satunya daerah kawasan yang memiliki bandara.

 

Ya, Blora ramah bagi warga kawasan sekitar. Kian banyak warga Bojonegoro (sisi barat mulai Kalitidu, Padangan, Kasiman, dan Ngraho) memilih akhir pekan di Cepu. Menghabiskan malam minggu di angkringan-angkringan.

 

Blora selalu ada kenangan. Kabupaten berbatasan dengan Bojonegoro, Tuban, dan Ngawi Jawa Timur, ini menjadi daerah melahirkan karya dan tokoh-tokoh besar. Daerah kaya akan hutan pohon jati ini melahirkan Pramoedya Ananta Toer dengan karya-karya bukunya yang mendunia. Pram menjadi tokoh Indonesia yang sudah menerima nobel.

Baca Juga :  Fenomena ‘’Dipedeli’’ hingga Jamula Jelang HJL ke-453

 

Tirto Adhi Soerjo (TAS) merupakan tokoh asal Blora sebagai pendiri surat kabar pertama. Ketokohannya diakui para jurnalis se Indonesia. Sosok putra dari Raden Ngabehi Muhammad Chan Tirtodipuro dan cucu dari Raden Mas Tumenggung Tirtonoto, itu pun namanya dijadikan identitas jalan di Bandung.

 

Masih ada banyak tokoh-tokoh lahir di kabupaten ternama dengan sate sapi ini. Nah, tidak heran bila Blora menyimpan kenangan. Menyimpan potensi besar. Menyimpan masa depan yang benderang.

 

Terima kasih Mas Arief sapaan akrab Bupati Blora, Ibu Wabup, Kapolres, Kajari, dan Dandim. Semoga halaman baru ini bermanfaat. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/