alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kelabakan Bila Cukai Rokok SKT Naik

Berpengaruh Terhadap Para Pekerja

14 Oktober 2021, 11: 08: 37 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

TEMBAKAU: Para pekerja melinting rokok SKT. Sektor ini menyerap ribuan pekerja, rerata perempuan.

TEMBAKAU: Para pekerja melinting rokok SKT. Sektor ini menyerap ribuan pekerja, rerata perempuan. (M.NURCHOLIS/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Para produsen rokok masih menunggu kepastian tarif cukai rokok untuk 2022. Biasanya tarif cukai hasil tembakau (CHT) ditentukan akhir tahun. Produsen rokok berharap tidak ada kenaikan untuk tarif sigaret kretek tangan (SKT).

Sebab produksi SKT banyak menyerap tenaga kerja, terutama pekerja perempuan. Direktur Utama PT Barokah Angkling Darmo Widiarto Adi mengatakan, belum ada informasi tarif CHT untuk tahun depan. Namun, tetap berharap tidak ada kenaikan.

“Jika naik, sebisa mungkin sedikit. Agar industri SKT tetap berlanjut (sustain),” ungkapnya kemarin (13/9). Widi mengaku keberlangsungan karyawan perlu dipikirkan. Sebagian besar dari mereka tulang punggung keluarga.

Baca juga: Bupati Terima Lencana Kehormatan dari Gubernur Jatim 

Terlebih selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Juli lalu menekan jumlah produksi. “Jumlah karyawan produksi (di perusahaannya) ada 850 orang,” terangnya.

Direktur Koperasi Kareb Sriyadi Purnomo mengatakan, masih belum mengetahui tarif cukai rokok untuk 2022. Namun, tetap meminta pemerintah tidak menaikkan tarif CHT, Khususnya untuk SKT. “Karena akan berpengaruh pada karyawan mayoritas ibu-ibu,” ujarnya.

Yadi sapaannya mengaku produksi rokok di Koperasi Kareb meningkat meski masih dalam kondisi pandemi. Namun peningkatannya tidak dalam jumlah besar. “Lumayan bagus,” ungkapnya. 

Sekretaris Persatuan Perusahaan Rokok Bojonegoro (PPRB) Mudjibur Rohman mengatakan, belum ada informasi kenaikan tarif cukai rokok. Tetap meminta tidak ada kenikan untuk tahun depan.

Sebelumnya, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Soekarwo mengunjungi para pekerja pelintingan rokok SKT di MPS Kalianyar, 6 Oktober lalu. Soekarwo akan mengusulkan ke Presiden Joko Widodo agar cukai rokok SKT tak naik tahun depan.

Kepala Seksi (Kasi) Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Bojonegoro Romy Windu Sasongko mengatakan, hingga kemarin belum ada informasi terkait tarif cukai rokok untuk 2022.

“Pada kesempatan pertama akan kami sampaikan apabila ada informasinya,” ungkapnya. Romy menjelaskan realiasasi penerimaan cukai hingga 30 September lalu baru mencapai Rp 994 miliar. Atau sekitar 81,93 persen dari target 2021.

Pihaknya optimistis target capaian penerimaan cukai 2021 mampu terpenuhi. Meski menyisakan waktu kurang dari tiga bulan hingga akhir tahun. “Sampai dengan saat ini belum ada kendala penagihan pembayaran cukai di wilayah Bea Cukai Bojonegoro,” jelasnya. (irv)

(bj/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news