alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Pembukaan Fasilitas Umum Secara Perlahan

Menyusul Obyek Wisata

11 Oktober 2021, 10: 42: 27 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MULAI BEROPERASI : Wahana wisata di Alun-Alun Lamongan, Bianglala mulai dioperasionalkan Sabtu lalu (9/10) dengan pembatasan pengunjung 50 persen.

MULAI BEROPERASI : Wahana wisata di Alun-Alun Lamongan, Bianglala mulai dioperasionalkan Sabtu lalu (9/10) dengan pembatasan pengunjung 50 persen. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan - Fasilitas umum (fasum) Lamongan dibuka bertahap mulai Sabtu lalu (9/10). Uji coba pembukaan fasum ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian yang dilakukan terhadap hasil penilaian asesmen level 1 untuk Lamongan.

Kabag Prokopim Pemkab Lamongan, Arif Bakhtiar mengatakan, meski Lamongan masih berada di level III hasil evaluasi kemendagri, tapi untuk asesmen data kasus Covid-19 Kementerian Kesehatan Lamongan bertahan di level 1.

Sehingga pemerintah daerah melakukan beberapa penyesuaian, termasuk di tempat ibadah dan fasum. “Sekalipun kita sudah level 1 evaluasi kemendagri nantinya, tetap harus prokes (protokol kesehatan) ketat.

Baca juga: Presiden Jokowi dan Menko Airlangga Resmikan Bantuan Tunai PKL

Dan pembukaan fasum ini sebagai salah satu bentuk uji coba prokes,” ujarnya kemarin (10/10). Arif menjelaskan, fasum ini dibuka bertahap dengan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas.

Kemudian untuk bianglala di alun-alun Lamongan yang menjadi salah satu bagian dari fasum, dibuka dengan prokes ketat. Satu bilik hanya boleh diisi dua orang dari empat kapasitas penumpang, dan hanya satu putaran.

Kemudian setiap pengunjung diberikan akses untuk mengantri dengan prokes ketat. ‘’Sehingga pihak pengelola memiliki kewenangan mengatur jumlah maksimal penumpang sekali putar,’’ terangnya.

Menurut dia, pembukaan fasum akan mendapatkan pengawalan ketat dari tim satgas Covid-19 kabupaten. Kemudian dievaluasi periodik. Apabila jumlah pelanggaran prokes tinggi, akan ada sanksinya.

“Saya harap masyarakat memiliki kesadaran tinggi terhadap pelaksanaan prokes, ayo sama-sama pulihkan ekonomi dan kegiatan kita,” tuturnya. Arif menambahkan, jam operasional fasum masih dibatasi maksimal pukul 20.00 malam.

Kemudian untuk operasional bianglala menjadi kewenangan pengelola. Fasum yang diperbolehkan buka selain alun-alun Lamongan, juga telaga Bandung, dan telaga Dapur. Sedangkan untuk obyek wisata sudah buka semua, dengan tetap melaksanakan prokes ketat.

Sehingga pengelola harus mempersiapkan sarana prasarana prokes, meski wisatanya skala desa. Sebab animo masyarakat untuk melakukan liburan sudah mulai ada peningkatan. Sehingga pengelola wisata harus patuh dengan aturan yang ditetapkan tim satgas kabupaten untuk keamanan dan kenyamanan bersama.

(bj/feb/rka/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news