alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Bojonegoro Darurat Sampah Plastik dan Kemasan

08 Oktober 2021, 08: 47: 01 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Bojonegoro Darurat Sampah Plastik dan Kemasan

Bojonegoro Darurat Sampah Plastik dan Kemasan

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Air sebagai salah satu sumber kehidupan manusia. Sehingga butuh kesadaran kolektif senantiasa menjaga kelestarian air. Faktanya ada banyak aliran sungai telah tercemar. Salah satunya sungai terpanjang di Pulau Jawa sekaligus sungai purba, yaitu Bengawan Solo.

Kemarin (7/10) sebanyak 30 relawan Sungai Nusantara dari berbagai organisasi maupun komunitas lingkungan bergabung melakukan operasi pohon plastik Bengawan Solo. Di antaranya Ecological Obser vation and Wetlands Conservation (ECOTON), The Body Shop, Brilliant (Brigade Peduli Ling kungan, Brigade Evakuasi Popok, River Warrior, serta mahasiswa-mahasiswi Universitas Airlanggar (Unair) Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Untag Surabaya, UIN Surabaya, dan UIN Malang.

Para relawan memulai ekspedisi dari wilayah Bojo negoro turut Desa Canga’an, Kecama tan Kanor. Lalu ke Blora turut Desa Ngloram, Kecamatan Cepu tepatnya di Wisata Kracakan. Tak mudah bisa menyusuri Bengawan Solo wilayah Desa Canga’an. Koordinator Operasi Plastik Muhammad Kholid Basyaiban menuturkan, bahwa saat survei lokasi di Desa Canga’an, ternyata medannya curam dan terjal. “Sehingga, kami melanjutkan ekspedisi ke kawasan perbatasan Blora dan Bojonegoro yakni di Wisata Kracakan,” ucapnya.

Baca juga: Menko Airlangga Dampingi Wakil Presiden Tinjau Sentra Vaksinasi

Menurut Kholid, sam pah plastik tersangkut di sejum lah pohon di bantaran Benga wan Solo mayoritas didominasi tas kresek. Setidak nya 60 persen merupakan jenis kresek tidak bermerek atau kresek warnawarni. Ecoton dan relawan Sungai Nusantara mengidentifikasi jenis kresek tersebut. Sebanyak 170 saset berupa makanan, sabun, popok, styrofoam, kresek, dan kemasan plastik sekali pakai lainnya.

Totoalnya ada 10 karung berisi sampah plastik. “Berdasar hasil bersih-bersih tadi, setidaknya 60 persen jenis kresek tidak bermerek. Sedangkan 40 persen sampah plastik ber merek dari kemasan dan saset,” jelas alumni mahasiswa Fakultas Hukum UTM tersebut. Sampah plastik bermerek kerap ditemui merupakan jenis sabun cuci, pencuci piring, mi instan, pakan ternak. Lalu, ada pula saset makanan, minuman, dan botol minuman.

Menurutnya, perlu upaya bersih-bersih pohon yang banyak sampah plastik ters angkut di sepanjang bantaran Bengawan Solo. Upaya mengurangi sampahsampah plastik di pohon itu guna mengurangi polusi plastik untuk menjaga kualitas air Bengawan Solo. Karena sungai terpanjang di Pulau Jawa ini, sekitar 80 persen airnya menjadi suplai bagi tiga perusahaan daerah air minum (PDAM) besar yakni Bojo negoro, Blora, dan Solo. Apalagi polusi plastik cikal bakal mikroplastik. Perlu meminimalisir pencemaran.

Selain itu, Bengawan Solo termasuk salah satu 15 sungai menjadi prioritas pemulihan lingkungan. Hilir ada sekitar ribuan hektare tambak ikan dan udang memanfaatkan air Bengawan Solo. “Setelah kegiatan ini, masyarakat sadar dan mengubah perilakunya tidak membuang sampah ke sungai khususnya sampah plastik,” katanya.

Dio Prasetyo salah satu relawan menambahkan, tentunya diharapkan pemerintah setempat mau bertindak mengatasi permasalahan tata kelola sampah di sungai yang sangat buruk. Perlu adanya tindakan pemerintah mengawasi dan melakukan penegakan hukum bagi pelaku pembuang sampah di sungai. “Selain itu pemerintah harus menyediakan tempat sampah di sepanjang aliran sungai. Dan menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah setiap daerah. Khususnya daerah di bantaran Bengawan Solo,” tutur mahasiswa ilmu komunikasi Untag Surabaya itu.

Selanjutnya pemerintah daerah di sepanjang Bengawan Solo perlu membuatkan peraturan daerah (perda) terkait pemba tasan penggu naan plastik sekali pakai mengurangi sampah plastik. Mengingat saat ini Indonesia menjadi penyumbang 3,2 juta ton per tahun sampah plastik ke lautan lewat sungai. Sementara itu, operasi pohon plastik ini bakal berjalan selama bulan Oktober. Rencananya besok (9/10) mereka akan razia pohon plastik di Sungai Brantas turut kawasan Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Selanjutnya, bersih-bersih di Kali Porong turut kawa san Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. (*/rij) 

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news