alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pasokan Vaksin Terbatas, Kembali ke Level 3

06 Oktober 2021, 08: 24: 55 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Pasokan Vaksin Terbatas, Kembali ke Level 3

Pasokan Vaksin Terbatas, Kembali ke Level 3

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang kembali. Saat ini, Bojonegoro kembali berubah menjadi PPKM level tiga, padahal sebelumnya level satu. Perubahan level PPKM seiring belum tercapainya vaksinasi dosis pertama sebesar 50 persen. Juga vaksinasi sasaran usia lanjut sebesar 40 Persen.

Penentuan itu berdasar Inmendagri Nomor 47 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2, Level 1 Covid-19 Wila yah Jawa Bali. “Karena menurut Men dagri, syarat PPKM level dua itu setiap kabupaten dan kota wajib minimal capaian dosis pertamanya 50 persen. Capaian vaksinasi dengan sasaran usia lanjut minimal 40 persen,” kata Juru Bi cara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro Triguno Sudjono Prio.

Adapun capaian vaksinasi dosis pertama 35,74 persen atau 366.654 orang. Lalu capaian vaksinasi dosis kedua 16,82 persen atau 172.527 orang. Sedang kan capaian vaksinasi dosis pertama sasaran usia lanjut masih 21,51 persen atau 33.545 orang. Capaian vaksinasi dosis kedua sasaran usia lanjut 11,64 persen atau 18.158 usia lanjut.

Baca juga: Tertimbun Longsoran Pasir dalam Sungai, Penambang Bengawan Tewas

Kabid Pencegahan dan Penanggu langan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Whenny Dyah Prajanti mengatakan, belum tercapainya vaksinasi dosis pertama akibat ketersediaan stok vaksin terbatas. Sehingga, upaya menggenjot capaian vaksinasi beberapa kali harus menunggu datangnya vaksin dari pusat. “Jumlah vaksinator sebanyak 762 orang. Namun, vaksinnya tidak ada atau terbatas.

Selain itu jumlah stok vaksin dari pusat jumlahnya tidak menentu,” tutur Whenny. Berdasar data per 5 Oktober dari laman vaksin.kemkes.go.id diketahui bahwa sisa stok vaksin Bojonegoro sebanyak 19.652 dosis. Stok tersebut diperkirakan habis dalam dua hari. Rerata vaksinasi selama seminggu lalu di Bojonegoro sekitar 8.900-an per hari.

Kepala Komisi C DPRD Mochlasin Afan mengatakan, pihaknya telah rapat koordinasi dengan dinkes membahas percepatan vaksinasi. Ternyata memang pasokan vaksin dari pusat masih terbatas. Sehingga, komisi C berharap dinkes lebih proaktif berkomunikasi kepada pusat terkait permintaan stok vaksin. “Kendalanya disampaikan dinkes karena stok vaksin terbatas. Jadi sebenarnya tidak serta merta kesalahan peme rintah kabupaten (pemkab). Sebab stok vaksin bersumber dari pusat. Gara-gara stok terbatas, imbasnya pemkab jadi PPKM level tiga,” bebernya.    

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news