alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Percepat Renovasi Makam Sunan Drajat

05 Oktober 2021, 12: 44: 14 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BAKAL BANYAK PERUBAHAN: Kompleks makam Sunan Drajad di Kecamatan Paciran direnovasi dengan  tidak menghilangkan nilai seni dan budaya yang ada.

BAKAL BANYAK PERUBAHAN: Kompleks makam Sunan Drajad di Kecamatan Paciran direnovasi dengan tidak menghilangkan nilai seni dan budaya yang ada. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan - Renovasi makam Sunan Drajad Lamongan dipercepat. Targetnya, Desember tuntas. “Pekerjaan memang dimaksimalkan. Kalau bisa selesai lebih cepat kan lebih baik. Karena sudah musim penghujan, sehingga akan berdampak selama proses pengerjaan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan Siti Rubikah.

Menurut dia, renovasi ditangani langsung Kementrian PUPR selaku pemilik anggaran. Daerah hanya mendapatkan pelaporan berkala terkait pekerjaan yang dilakukan. Rubikah mengatakan, pemkab sangat bersyukur dengan proyek tersebut.

Menururt dia, renov makam sudah ditunggu lama. Keterbatasan APBD membuat perbaikan selama ini hanya skala kecil. Tahun ini, anggaran dari kementrian sekitar Rp 9,5 miliar. Proyeknya di antaranya, perbaikan gapura agung dan gapura tengah.

Baca juga: Sentra Vaksinasi dan Tenaga Kesehatan dalam Upaya Pengendalian Pandemi

Kemudian, pembuatan kanopi sepanjang pedestrian, perbaikan kualitas penutup lantai pedestrian, dan pembuatan plasa. Menurut dia, renovasi dilakukan tanpa mengubah bangunan asli yang memiliki nilai sejarah tinggi.

“Jadi selama proses renov ada pendampingan dari tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) agar bangunan asli tetap utuh dan tidak dirubah bentuknya,” terangnya. Rubikah menambahkan, semua obyek wisata sudah dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Makam Sunan Drajad termasuk obyek wisata vital di Lamongan karena pengunjungnya dari berbagai daerah dan provinsi. Bahkan, tidak sedikit pengunjung mancanegara berdatangan. Karena masa pandemi, intensitas pengunjung menurun.

Dia menjelaskan, ada perubahan alur pengunjung atau peziarah. Jalur yang biasanya ditutup total untuk memaksimalkan pekerjaan . Pengunjung harus melewati jalur darurat sementara. “Jangan sampai ada yang dirugikan, jadi dipilih berbagai alternatif,” tutur mantan Kabag Perekonomian Pemkab Lamongan itu. 

(bj/yan/rka/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news