alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Fasilitas Gym Mulai Dibuka Sejak PPKM Level 1

Kapasitas 50 Persen

24 September 2021, 14: 05: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Fasilitas Gym Mulai Dibuka Sejak PPKM Level 1

(www.suara.com)

Share this      

Radar Lamongan - Status kedaruratan Covid-19 Kabupaten Lamongan masuk zona kuning (resiko rendah). Dari hasil asesmen data Kementrian Kesehatan, Kota Soto ini tetap bertahan di level I. Kabag Prokopim Pemkab Lamongan Arif Bakhtiar mengatakan, penyesuaian dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut.

Setelah aturan mengenai hajatan diperbolehkan dengan protokol kesehatan ketat, sejumlah kegiatan lain juga dilonggarkan. Di antaranya tempat makan diperbolehkan buka hingga pukul 24.00 dari yang sebelumnya pukul 21.00.

Fasilitas gym juga bisa buka. Namun, kapasitasnya 50 persen dengan menggunakan aplikasi peduli lindungi. “Untuk penyesuaian terus dilakukan agar masyarakat tidak sampai salah persepsi sehingga mengurangi prokes,” ujarnya. Menurut dia, penyesuaian dilakukan bertahap supaya masyarakat tetap mengutamakan prokes.

Baca juga: 18 SDN di Tuban Bakal Ditutup Tahun Depan

Apalagi, secara aturan, Lamongan tetap menyesuaikan Instruksi Mendagri. Pengetatan tetap dilakukan, tapi perlu penyesuaian untuk memulihkan perekonomian di tingkat bawah. Arif menyebut obyek wisata yang dibuka sesuai arahan Kementrian Pariwisata agar masyarakat setempat bisa berjualan kembali dan roda ekonomi bisa berputar.

Juga gelaran hajatan sudah bisa menggunakan hiburan, yang tidak mengundang massa. Hanya tamu undangan yang dihibur, bukan mengundang massa secara besar - besaran. “Kita terus berusaha agar tetap mendapatkan penilaian baik supaya masyarakat bisa kembali dalam aturan new normal,” terangnya.

Terkait pembelajaran tatap muka, Arif mengatakan masih dilakukan 50 persen kapasitas maksimal. Sementara SLB bisa 65 persen dan PAUD 33 persen. Aturan ini tetap dijadikan pedoman meski capaian vaksinasi untuk pelajar sudah di atas 70 persen.

“Memang ada beberapa hal yang perlu dicukupi lembaga agar keamanan dari siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan bisa terjamin selama PTM berlangsung,” katanya. 

(bj/yan/rka/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news