alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Material Pembangunan Jembatan Kare Membahayakan Pengguna Jalan

Minta Rekanan Perbanyak Rambu Peringatan

24 September 2021, 12: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

ANTARKABUPATEN: Poses pembangunan jembatan Kare sudah memasuki pembangunan tiang pancang. Material pembangunan jembatan antarkabupaten karena menghubungkan Bojonegoro dengan Tuban itu berserakan di jalan, minim rambu peringatan.

ANTARKABUPATEN: Poses pembangunan jembatan Kare sudah memasuki pembangunan tiang pancang. Material pembangunan jembatan antarkabupaten karena menghubungkan Bojonegoro dengan Tuban itu berserakan di jalan, minim rambu peringatan. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Proyek pembangunan Jembatan Kanor-Rengel (Kare) masih berjalan. Juga ada proyek peningkatan jalan di Desa Semambung menuju jembatan penghubung Bojonegoro-Tuban tersebut. Material megaproyek itu dikeluhkan warga, karena minimnya rambu dan membahayakan pengendara.

Kepala Desa (Kades) Semambung, Kecamatan Kanor Neny Rachmawati menyampaikan, bahwa tak sedikit warganya mengeluhkan minimnya rambu peringatan di tengah proyek yang sedang berjalan tersebut. berharap agar rekanan proyek lebih peka untuk memperhatikan keamanan masyarakat setempat saat melintas jalan desa.

“Seperti contohnya minimnya penerangan saat malam hari. Jadi tentu berbahaya bagi pengguna jalan. Apalagi ada material serta debu,” jelasnya.

Baca juga: Persela Lawan Persija, Kerja Keras!

Neny pun sudah berupaya berkoordinasi dengan berkomunikasi dengan tim pelaksana proyek di lapangan. Juga berusaha memberikan penjelasan kepada warganya untuk bersabar. Karena biar bagaimanapun proyek pembangunan tidak bisa instan.

“Tapi warga saat ini kan sudah pintar-pintar semua cepat menerima informasi, jadi kami pun berupaya agar warga mau bersabar. Karena selama proses pembangunan tentu belum terasa dampak positifnya,” bebernya.

Sejauh ini, proyek tersebut juga menyerap sekitar 15 tenaga kerja lokal unskill. Tiang pancang jembatan sepanjang 210 meter itu pun sudah berdiri. Perlu diketahui, terdiri atas 5 bentang menggunakan rangka baja.

Panjang bentang pertama 20 meter, bentang kedua 55 meter, bentang ketiga 60 meter, bentang keempat 55 meter, bentang kelima 20 meter, dengan lebar jalur kendaraan 7 meter dan trotoar masing-masing sisi satu meter, sehingga lebar jembatan 9 meter.

Nantinya, jembatan tersebut diperkirakan bisa menopang beban seberat 120 ton. Proyek Jembatan Kare dikerjakan oleh PT Dwi Ponggo Seto asal Ponorogo dengan nilai penawaran Rp 88,6 miliar dari pagu Rp 93,8 miliar. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Bojonegoro Retno Wulandari dikonfirmasi terpisah mengaku masih di DPRD tadi malam, sedang paripurna penetapan P-APBD. ‘’Saya di DPRD, WA mawon,’’ tulisnya di pesan WhatsApp.

(bj/msu/gas/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news