alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Batal Naikkan Tarif, Target Parkir Berlangganan Dikepras

23 September 2021, 14: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

BERTAMBAH: Jalan Panglima Sudirman terlihat padat (22/9). Dishub menambah lagi jalan diberlakukan parkir satu sisi di empat jalan protokol.

BERTAMBAH: Jalan Panglima Sudirman terlihat padat (22/9). Dishub menambah lagi jalan diberlakukan parkir satu sisi di empat jalan protokol. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Dinas Perhubungan Bojonegoro tak perlu kerja keras untuk mencapai target setoran pendapatan asli daerah (PAD). Karena, target parkir berlangganan di dalam Perubahan (P) APBD dikepras sekitar 50 persen.

Sesuai data di badan pendapatan daerah (Bapenda) setempat menyebutkan, di dalam APBD induk targetnya Rp 15 miliar, sedangkan di P-APBD tinggal Rp 7,6 persen, atau dikepras sekitar 50 persen. ‘’Akhirnya di P-APBD diturunkan jadi Rp 7,6 miliar,’’ kata Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoeti kemarin (22/9).

Ibnu menuturkan, penurunan target parkir berlangganan itu karena rencana kenaikan tarifnya batal. Padahal, di APBD induk sebelumnya ditargetkan sebesar Rp 15 miliar. Sehingga, dalam P-APBD saat ini tertulis Rp 7,6 miliar. Sedangkan realisasi terakhir sekitar Rp 5 miliar, sehingga masih kurang sekitar 2,6 miliar di sisa tiga bulan ini.

Baca juga: Penumpang Bus Naik, KA Lokal Mulai Beroperasi

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, pendapatan sektor parkir saat ini sudah hampir mencapai target. Parkir harian dengan target Rp 1,5 miliar realisasinya sudah Rp 1,2 miliar. Persentasenya di kisaran 80 persen. Sedangkan parkir berlangganan target tahun ini Rp 7,6 miliar.

Tersisa tiga bulan ini realisasinya Rp 5 miliar. Persentasenya 65 persen. ‘’Target sudah hampir tercapai,’’ katanya terpisah. Andik menjelaskan, tahun ini target pendapatan parkir berlangganan Rp 15 miliar. Karena tahun ini rencananya ada kenaikan tarif parkir berlangganan. Namun, rencana kenaikan tarif itu masih belum disetujui pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim.

Rencana kenaikan tarif parkir berlangganan sudah direncanakan sejak 2020 lalu. Namun, batal dilakukan karena pandemi Covid-19. Tahun ini rencananya akan diterapkan. Namun, belum mendapatkan izin. ‘’Kami usulkan lagi tapi belum disetujui. Jadi, masih pakai perbup yang lama,’’ jelas mantan kepala dinas pemadam kebakaran itu.

Andik menambahkan, parkir harian bersumber dari retribusi kendaraan parkir di bahu jalan. Namun, yang ditarik retribusi adalah kendaraan yang berasal dari luar daerah. Sedangkan kendaraan dalam daerah tidak ditarik karena sudah membayar parkir ber langganan. Terkait parkir bahu jalan, mengklaim telah melakukan penataan.

Empat jalan protokol saat ini hanya bisa dilakukan parkir di satu sisi. Sebelumnya, parkir bisa dilakukan di dua sisi. Empat jalan itu meliputi Jalan Pahlawan, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Diponegoro. ‘’Diponegoro sebenarnya sudah sejak tahun lalu,’’ tegasnya.

Jika ada pengendara yang parkir di lokasi yang dilarang, petugas dishub akan melakukan penindakan. Di antaranya dengan menderek kendaraannya. ‘’Hanya dipindahkan ke lokasi yang diperbolehkan parkir,’’ imbuhnya.

(bj/msu/zim/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news