alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Blora
icon featured
Blora

60 Peserta PPPK Blora Minta Tes Ulang

Menunggu Persetujuan Pemerintah Pusat

17 September 2021, 11: 18: 10 WIB | editor : Nailul Imtihany

60 Peserta PPPK Blora Minta Tes Ulang

(Jawapos.com)

Share this      

Radar Bojonegoro – Sekitar 60 peserta seleksi kompetensi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru bakal melakukan ujian ulang. Karena, seleksi kompetensi hari kedua Selasa (14/9) di sesi dua di SMKN 2 Blora mengalami listrik padam. Sehingga peserta protes, karena banyak waktu tak bisa mengerjakan dengan maksimal. Meminta ujian ulang. Akirnya panitia seleksi sepakat melakukan seleksi ulang dan kini tengah diajukan ke Kemendikbud.

Menurut salah satu peserta seleksi PPPK Blora yang ikut ujian saat mati lampu, mulai mengerjakan soal ujian pukul 14.00. Baru sekitar 20 menit, listrik padam. ‘’Saat itu saya baru mengerjakan sekitar 20 soal, lampu mati,’’ ujarnya.

Menurut sumber yang enggan disebut namanya itu, saat lampu mati semua peserta panik. Bahkan peserta wanita rerata menangis. Sebab ujian ini menjadi salah satu harapan untuk merubah nasib mereka. Listrik padam selama dua jam atau hingga pukul 16.30, yang membuat heran adalah, saat listrik padam di sekolah itu tidak ada genset.

Baca juga: Dinas Perpustakaan Mulai Jadwalkan Mobil Perpus Keliling ke Sekolah

‘’Baru pukul 16.00 saat saya akan salat di masjid melihat genset baru datang, padahal saya berharap sekalian tidak ada genset bisa sekalian jadwal ulang,’’ imbuhnya.

Pada pukul 16.30, soal kembali muncul dan melanjutkan soal. Kemudian mendekati pukul 18.00 peserta mendapatkan pengumuman dari panitia bahwa pukul 18.10 soal harus selesai karena sistem akan ditutup.

Tentu saja, para peserta lain panik dan mengerjakan dengan mengebut. ‘’Soal yang saya kerjakan baru 60 soal, jadi sisanya saya kerjakan dengan ngawur, untuk mengejar waktu,’’ ceritanya.

Sehingga, hasilnya pun tidak maksimal. Karena seharusnya soal yang dikerjakan itu170. Setelah selesai, mengajak peserta lain untuk menghubungi bupati dan mengeluhkan nasib mereka. Dan mereka meminta untuk jadwal ulang. Akhirnya panitia memutuskan untuk dites ulang.

‘’Coba bayangkan, kami yang seharusnya mengerjakan waktu 170 menit, hanya mengerjakan sekitar dua jam, padahal seharusnya waktunya tiga jam, jadi waktu 1 jam kami hilang, jadi kami minta ujian ulang,’’ tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Blora Hendi Purnomo mengatakan, listrik padam pada Selasa (14/9) lalu karena adanya travo listrik meledak. Sehingga berimbas pada lokasi seleksi PPPK. ‘’Itu terjadi pukul 14.30 sampai 16.30 jadi ada delay selama sekitar dua jam,’’ katanya terpisah.

Meski lampu mati selama dua jam, sistem masih berjalan dan peserta lanjut mengerjakan sampai selesai. Sementara terkait adanya permintaan ujian ulang dari peserta. Akhirnya setelah rapat bersama semua panitia sepakat untuk dilakukan jadwal ulang.

‘’Kami sepakat mengajukan reschedul ke pusat, untuk hasil dan jawabannya belum tahu,’’ tegasnya. Hanya saja menurut proktor ujian atau pengawas utama dalam ujian tersebut jika dilihat secara sistem tidak ada masalah dan selesai tidak ada kendala. ‘’Karena semua nilai sudah masuk by sistem,’’ pungkasnya.

(bj/msu/fud/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news