alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Asuransi Pertanian Hanya Kaver Petani Padi dan Usaha Ternak

17 September 2021, 14: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

ASURANSI TANI: Petani di Desa Kadungrejo, Baureno, mengikat padi yabg roboh.

ASURANSI TANI: Petani di Desa Kadungrejo, Baureno, mengikat padi yabg roboh. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Tahun ini ada 558 kelompok tani (poktan) akan mendapatkan manfaat kartu petani mandiri (KPM). Salah satu manfaatnya bisa masuk asuransi pertanian jika mengalami gagal panen. Namun, masih terbatas tanaman padi dan usaha ternak.

Kepala Bidang (Kabid) SDM dan Pembiayaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Endang menjelaskan, akses KPM bisa untuk bantuan hibah uang harus dibelanjakan dalam bentuk saprodi dan pengembangan usaha tani. Serta jaminan pembelian hasil usaha tani, juga asuransi usaha padi dan ternak. “Terakhir akses beasiswa bagi anak petani,” jelasnya kemarin (16/9).

Endang menjelaskan, sawah gagal panen bisa mendaftarkan usaha tani padi maupun ternak. Mekanisme didaftarkan oleh poktan. Rincian hitungan premi bulanan harus dibayar sekitar Rp 180 ribu. Pembagian Rp 136 ribu dibiayai pusat, sedangkan sisanya dibiayai APBD. “Petani tidak bayar sama sekali alias gratis,” ujarnya.

Baca juga: Syarat Pemekaran Desa Minimal Terdiri Dari 6.000 Jiwa

Menurut Endang, petani tembakau dan kedelai tidak bisa mendapatkan asuransi. Ala sannya, yang terkaver saat ini hanya tanaman padi di daftarkan dalam asuransi usaha tani padi (AUTP). Tahun ini ada penam bahan jumlah penerima manfaat KPM.

Target KPM 405 penerima atau (poktan), namun terealisasi 398 KPM. Saat ini, menjadi 558 penerima manfaat. “Tahun ini semakin banyak, sedangkan realisasinya belum kami rekap menunggu sampai Oktober,” katanya.

Endang menjelaskan, tahun ini KPM dipermudah daripada tahun sebelumnya. Sehingga petani tidak memiliki lahan dapat mendapatkan manfaat KPM. Ketentuannya ikut dalam poktan. Misalnya, ada petani penggarap lahan, sedangkan sawahnya berada di desa lain perlu mendapatkan izin dari poktan desa tempat tinggal. “Terpenting ikut dan terdaftar dalam kelompok,” jelasnya. (luk)

(bj/rij/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news