alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

15 Pengedar Narkoba Lamongan Dibekuk

Dua Tersangka Residivis 2016-2017

17 September 2021, 12: 10: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DIPAMERKAN: Para pengedar narkoba yang tertangkap selama dua pekan awal di bulan ini.

DIPAMERKAN: Para pengedar narkoba yang tertangkap selama dua pekan awal di bulan ini. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan – Polres Lamongan berhasil membekuk 15 pengedar narkoba di 12 tempat kejadian perkara (TKP) di Lamongan selama dua minggu di awal bulan ini. Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengatakan, dua dari lima belas tersangka itu residivis.

Yakni, Roychah yang pernah di penjara pada 2017. Dia dibekuk kembali di Desa Kawistolegi, Kecamatan Karanggeneng, dengan barang bukti (BB) sabu-sabu (SS) seberat 0,88 gram. Residivis lainnya, Aries Siswanto. Dia pernah di penjara pada 2016. Aries dibekuk kembali di Desa Sumlaran, Kecamatan Sukodadi, dengan BB SS seberat 0,3 gram.

‘’Tentu ini menjadi pembelajaran bersama, bagaimana pola hukum yang akan diberikan kepada yang bersangkutan,’’ terang Miko kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (16/9) Tiga belas tersangka lainnya, belum pernah dipenjara.

Baca juga: Kasus Konsisten Menurun, Apakah Herd Immunity Mulai Terbentuk?

Yakni, Mu’afi yang tertangkap tangan membawa 0,61 gram SS di Desa Dibe, Kecamatan Kalitengah dan Furqon Nabila dengan BB 0,98 gram SS di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong.

Kemudian H Sutaji alias Kaji bersama Zulqornain yang kedapatan membawa 0,18 gram di Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung; dan Danang Setiawan, dibekuk di Desa Kawistolegi dengan BB 5,51 gram SS; serta Totok Sugiarto yang membawa 0,17 gram SS di Desa Kawistolegi.

Selanjutnya, Kismianto, ditangkap di Modo karena membawa 330 butir pil dobel L; Tinus Wijanarko dengan BB 1.200 pil dobel L di Desa Drujugurit, Kecamatan Ngimbang; serta Igomas Keris Dirgantara dan M. Danil Firdaus, yang kedapatan membawa 1.038 butir pil dobel L dan ditangkap di Desa Kandangsemangkon, Paciran.

Dua tersangka lainnya ditangkap secara bersamaan Onky Aditya Putra dan Doni Adi Irwansyah. Keduanya membawa 1 gram SS dan ditangkap di Desa Kebalandono, Kecamatan Babat. ‘’Barang bukti berjumlah 9,63 gram SS dan 2.638 pil doubel L,’’ terang Miko terkait hasil penangkapan selama dua pekan awal bulan tersebut.

Menurut dia, tersangka SS di bawah 5 gram diancam pasal 112 ayat 1. Ancamannya, kurungan penjara minimal empat tahun. Sedangkan, pengedar di atas 5 gram terancam hukuman minimal enam tahun kurungan penjara. Untuk pengedar pil dobel L terancam pasal 197 dengan kurungan maksimal 15 tahun penjara. ‘’Dari keterangan mereka, narkoba disuplai dari luar daerah,’’ tutur Miko.

(bj/yan/ind/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news