alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

DAK Dinas Pendidikan Tak Cair, Diganti Anggaran dari APBD

16 September 2021, 14: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

FISIK: Bangunan SMPN 6 Bojonegoro dalam perbaikan. Rehab ini awalnya mendapat alokasi DAK dari pusat.

FISIK: Bangunan SMPN 6 Bojonegoro dalam perbaikan. Rehab ini awalnya mendapat alokasi DAK dari pusat. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Proyek rehabilitasi 20 sekolah meliputi SD dan SMP tetap berlanjut. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro mendapat angin segar setelah gagal cairnya dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk sekolah karena keterlambatan input pelaporan.

Pemkab Bojonegoro akhirnya mengganti DAK tidak cair dari anggaran bersumber APBD. Penggantian anggaran sebesar Rp 14,3 miliar itu menunggu disahkannya Perubahan (P)- APBD 2021.

Anggaran sebesar itu diperuntukkan disdik dan dinas perumahan, kawasan pemukiman (PKP) dan cipta karya. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, banggar dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) sudah sepakat mengganti DAK dengan APBD. Namun, yang diganti dari APBD hanya dua organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni, disdik dan dinas PKP cipta karya. Totalnya mencapai Rp 14,3 miliar.

Baca juga: Pemekaran Empat Desa Bojonegoro Mulai Diproses

Sedangkan, RSUD Sumberrejo diganti dari anggaran badan layanan umum daerah (BLUD). ‘’RSUD diambilkan dari alokasi lain untuk mengganti DAK tidak cair itu,’’ ujarnya. Lasuri melanjutkan, kegiatan dari DAK itu sudah dilaksanakan. Sehingga, mau tidak mau harus dicarikan ganti anggaran untuk melakukan pembayaran.

Satu-satunya cara mengganti anggaran dengan dana bersumber APBD. Disdik alokasi harus diganti sebesar Rp 9,7 miliar. Jumlah SMP yang direhab dengan anggaran DAK sebanyak 15 sekolah. Sedangkan, SD ada 5 lembaga. Lelang dilakukan sejak Juli lalu. Sedangkan, dari dinas PKP cipta karya sebesar Rp 4,6 miliar.

RSUD Sumberrejo sebesar Rp 1 miliar. Lasuri menjelaskan, DAK dinas PKP cipta karya digunakan proyek membangun sarana air bersih. Namun, program itu masih belum dilaksanakan meski usulan dari desa sudah masuk. Sehingga, program itu tetap jalan dengan dana APBD. ‘’Semua yang bersumber dari DAK tetap jalan. Hanya dananya dari APBD,’’ jelasnya.

Tidak cairnya DAK itu karena keterlambatan OPD melakukan input pelaporan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sehingga, Kemenkeu tidak mencarikan anggaran seharusnya sudah masuk ke kas daerah (kasda) itu. Kabid Pendidikan Dasar Disdik Bojonegoro Suyanto mengatakan, anggaran ganti DAK di APBD sudah disetujui.

Sehingga, tinggal menunggu pengesahakan P-APBD disahkan untuk realisasi anggaran. ‘’Saat ini sudah disetujui. Jadi, sudah ada ganti anggarannya,’’ ujarnya kemarin. Suyanto mengatakan, saat ini kegiatan rehab awalnya bersumber DAK itu sudah berjalan. Progresnya bervariasi. Sebab, ada 10 lembaga melaksanakan rehab dan berharap progres pengerjaannya selesai tepat waktu.

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news