alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Jelang Lawan Persita, Pemain Muda Persela Harus Lebih Percaya Diri

16 September 2021, 10: 24: 11 WIB | editor : Nailul Imtihany

DIHARAPKAN BISA PRODUKTIF: Ibrahim Musa Kosepa ketika berlatih di Stadion Surajaya Lamongan. Dia menjadi strike alternatif ketika Ivan Carlos mengalami kebuntuan di lini depan.

DIHARAPKAN BISA PRODUKTIF: Ibrahim Musa Kosepa ketika berlatih di Stadion Surajaya Lamongan. Dia menjadi strike alternatif ketika Ivan Carlos mengalami kebuntuan di lini depan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan – Banyak pemain muda yang dimainkan Persela Lamongan pada dua laga awal Liga 1. Riyatno Abiyoso, Malik Risaldi, Akbar, Rizqky Putro Utomo, M Revan Joni Nuriyanto, Noval Rahmanda, dan Ibrahim Musa Kosepa, kemungkinan masih diberi kepercayaan pelatih Iwan Setiawan saat laga Persela melawan Persita Tangerang besok (17/9) di Stadion Pakansari Bogor.

‘’Bolak-balik saya selalu bilang kepada pemain muda ini, kami memiliki mimpi besar untuk mereka,’’ tutur Iwan kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (15/9). Dari deretan pemain muda tersebut, penampilan Abi paling banyak mendapatkan sorotan.

Winger asal Purworejo tersebut mudah kehilangan bola, saat melakukan penetrasi dan tusukan di sisi kiri pertahanan lawan. Namun, Iwan menilai Abi masih memiliki potensi menjadi pemain besar. Tuntutan sebagai pemain sayap sudah dimiliki pemain tersebut.

Baca juga: Opini WTP Mendorong Perbaikan Kinerja & Pengembangan SPI

Selain memiliki kemampuan penetrasi, Iwan menilai pergerakan Abi cepat, dan kuat duelnya. ‘’Paling tidak sudah punya modal. Apa yang kurang, masalah mental, Abi kurang percaya diri main bolanya,’’ jelas Iwan.

Pelatih kelahiran Banda Aceh tersebut meminta kepada Abi berbenah dan belajar lagi menghadapi pertandingan level tertinggi. Dia menilai, Abi masih lemah dalam menentukan pilihan, waktu bermain simpel atau mengambil resiko penetrasi.

‘’Bagaimana seorang pemain sayap harus bermain dengan efisien, kapan waktunya penetrasi, dan kapan waktunya simpel. Ini yang perlu diperbaiki,’’ imbuh Iwan saat dikonfirmasi via ponsel.

Bosky, sapaan akrab Rizqky Putro Utomo, juga sama. Menurut dia, Bosky memiliki modal kecepatan, kuat membawa bola, dan shooting kanan dan kiri yang bagus. Iwan mengaku teringat sosok striker timnas PSSI era 1990-an, Peri Sandria yang kini terdapat pada diri Bosky.

‘’Cuma kembali lagi, dia (Bosky) bagus di tim B, tapi ketika ke tim A sudah tidak bagus. Artinya problem masalah mental,’’ tukasnya. Sedangkan Ibra dinilai memiliki mental cukup bagus. Namun, eksekusi dan penyelesaian peluang akhirnya lemah.

Beberapa kali mencatatkan peluang emas, eksekusi Ibra paling bagus membentur mistar gawang. ‘’Ibra yang perlu ditingkatkan, harus lebih cool dalam mengeksekusi peluang,’’ ujarnya.

Iwan cukup senang timnya diisi banyak talenta muda. Bagi dia, ini pekerjaan yang sangat menarik. Dia meminta kepada seluruh pemain agar tidak cepat besar kepala, ketika dalam performa terbaik. ‘’Tetap respect, ikut seperti yang saya minta, Insya Allah bisa,’’ tutur Iwan.

(bj/yan/ind/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news