alexametrics
Senin, 27 Sep 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Telat Input, DAK Disdik, RSUD Sumberejo, DPKPCK Gagal Cair

RSUD Sumberejo Tutup dengan Pendapatan BLUD

15 September 2021, 18: 25: 35 WIB | editor : Nailul Imtihany

Telat Input, DAK Disdik, RSUD Sumberejo, DPKPCK Gagal Cair

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Tiga organisasi perangkat daerah (OPD) harus bekerja lebih ekstra. Sebab, dana alokasi khusus (DAK) fisik tiga OPD ternyata tidak bisa cair. Padahal, kegiatan DAK itu saat ini kebanyakan proses pengerjaan. Anggarannya sekitar Rp 16 miliar.

Tiga OPD itu yaitu dinas pendidikan (disdik), dinas perumahan, kawasan pemukiman, dan cipta karya (PKCK), dan RSUD Sumberrejo. Kini, Pemkab Bojonegoro tengah berusaha mencarikan sumber pendanaan sebagai ganti untuk membayar kegiatan itu.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ahmad Supriyanto mengatakan, tidak cairnya DAK itu karena kesalahan murni OPD. Sebab, ada keterlambatan menginput dan laporan pencairan di pusat.

Baca juga: Tembakau Mati, Tak Terkaver Asuransi

Hal itu berimbas tidak cairnya DAK dengan total Rp 16 miliar lebih. ‘’Itu murni kesalahan dari OPD,’’ jelasnya kemarin. Total Rp 16 miliar lebih itu, lanjut Supriyanto, terbesar ada di lingkup disdik dengan besaran sekitar Rp 10 miliar.

Hingga kemarin disdik masih belum memiliki celah untuk menyelesaikan masalah itu. Sementara, RSUD Sumberrejo, lanjut Supriyanto, DAK yang tidak cair dan sudah dikerjakan sebesar Rp 1 miliar. Namun, mereka sudah memiliki cara menutup anggaran itu.

Mereka ada pendapatan badan layanan umum daerah (BLUD) yang bisa digunakan menutup. ‘’Hanya tinggal menunggu disposisi bupati,’’ jelasnya. Sedangkan, dinas PKPCK DAKnya sebesar Rp 4 miliar. Namun, kegiatan itu masih belum dilaksanakan. Sehingga, dinas PKPCK masih aman karena tidak perlu mengganti anggarannya.

Menurut dia, disdik harus segera memikirkan alokasi anggaran lain untuk menutup biaya itu. Sebab, kegiatan proyek dari anggaran DAK sudah berlangsung dua bulan terakhir. Progresnya sudah mencapai 70 persen lebih. ‘’Pada P-APBD ini harus ada tambahan anggaran untuk menggantinya,’’ jelasnya.

DAK disdik banyak untuk rehabilitasi sekolah. Yakni, SD dan SMP. Jumlah SMP yang direhab dengan anggaran DAK mencapai 15 sekolah. Sedangkan, SD ada 5 lembaga. Lelang dilakukan sejak Juli lalu.

Lasuri, anggota banggar lainya menambahkan, tidak cair nya DAK itu memang murni dari OPD. Sebab, OPD terlambat menginput laporan ke pusat. ‘’Namun, disdik berjanji akan mengganti dengan anggaran lain dari APBD,’’ jelasnya.

Kepala Disdik Bojonegoro Dandi Suprayitno membenarkan hal itu. Namun, pihaknya belum menjelaskan langkah untuk menyelesaikan masalah itu. ‘’Saat ini masih dibahas dengan DPRD,’’ jelasnya.

Direktur RSUD Sumberrejo dr Ratih Wulandari belum memberikan keterangan terkait itu. Saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban.

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news