alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Viral Truk Angkut Orang di Bak, Kasatlantas Tuban Perketat Aturan

14 September 2021, 19: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

VIRAL: Potongan video kendaraan yang mengangkut sapi beserta pemiliknya saat ditilang oleh petugas di Pos Pakah, Minggu (12/9).

VIRAL: Potongan video kendaraan yang mengangkut sapi beserta pemiliknya saat ditilang oleh petugas di Pos Pakah, Minggu (12/9).

Share this      

Radar Tuban - Baru sekitar dua pekan menjabat, Kasatlantas Polres Tuban AKP Arum Inambala langsung memperketat aturan terkait kendaraan bak terbuka. Semua kendaraan niaga, baik truk maupun pikap yang mengangkut orang di bak akan ditilang.

Pengetatan yang diterapkan pada Minggu (12/9) itu lang sung menuai protes dari sejumlah peternak yang hendak menjual sapinya. Bermula saat empat truk bermuatan sapi dari Bojonegoro dan Widang hendak ke pasar hewan Tuban pada Minggu (12/9) sekitar pukul 06.30.

Di setiap bak truk juga mengangkut 3-4 orang. Saat melintas di Poslantas Pakah, mereka dihentikan petugas dan langsung ditilang. Tak terima, seorang pengemudi truk protes. Dia memblokade jalan dengan melintangkan truknya di tengah jalan. Tiga pengemudi truk pengangkut sapi lainnya mengikuti aksi serupa.

Baca juga: Tuban Turun Status PPKM Level 2

Akibatnya, lalu lintas dari arah Babat, Lamongan sempat macet total sekitar setengah jam. Protes dari pengemudi truk tersebut direkam awak truk lainnya dan videonya viral di media sosial. Mereka protes karena selama bertahun-tahun melakukan hal serupa, namun baru kali ini dihentikan petugas dan ditilang.

‘’Demo di Tuban gara-gara truk muat sapi di hentikan polisi,’’ tulis pengunggah video. Kasatlantas Polres Tuban AKP Arum Inambala menanggapi video viral itu sebagai hal yang memang harus dilakukan polisi. Menurut dia sudah sewajarnya truk bak terbuka tidak mengangkut orang, meski untuk berjualan sapi di pasar hewan.

‘’Permasalahannya di bak truk sapi mengangkut orang, jadi dilakukan penilangan,’’ tegasnya. Perwira lulusan Akpol 2013 ini menyampaikan, penilangan akan terus dilakukan bagi pemilik truk atau pikap yang mengangkut orang di bak terbuka.

Menurut dia, hal tersebut melanggar pasal 303 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Ancamannya tilang dengan denda Rp 250 ribu. ‘’Sebenarnya, waktu penilangan tidak ada masalah, tapi ada salah satu sopir yang memprovokasi tiga sopir lain untuk melintangkan truknya hingga membuat macet,’’ ujarnya.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news