alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Wisata Dibuka, Masuk Tertib, di Dalam Cenderung Abai

14 September 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

KEMBALI HIDUP: Wisata Pantai Kelapa di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang yang kembali ramai setelah dua bulan lebih ditutup.

KEMBALI HIDUP: Wisata Pantai Kelapa di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang yang kembali ramai setelah dua bulan lebih ditutup. (AHMAD ATHO’ILLAH/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Kendati berstatus level 1 pemberlakuan pembatasan kebijakan masyarakat (PPKM), namun belum ada kebijakan pelonggaran lebih luas di Kabupaten Tuban. Termasuk kapasitas pengunjung wisata.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulistyadi mengatakan, batas kapasitas pengunjung wisata masih sama, yakni maksimal 25 persen dari kapasitas normal. ‘’Belum ada aturan baru,’’ kata Didit, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Didit menyampaikan, meski belum ada penambahan kapasitas pengunjung, yang penting sektor wisata sudah kembali buka dan ekonomi di sekitar lokasi kembali berdenyut. Sebab, pembukaan tempat wisata masih bertahap. Yakni, berdasar hasil evaluasi week on week.

Baca juga: Cium Dump Truk, Sopir Truk Terjepit

Kalau hasil evaluasi terus membaik, maka tempat wisata berpotensi buka untuk seterusnya. ‘’Itu yang penting (ekonomi di sekitar lokasi wisata, Red) kembali hidup,’’ kata dia. Karena itu, kata Didit, setiap pengelola wisata harus benarbenar menaati aturan. Wajib hukumnya menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya, pengunjung yang masuk lokasi wisata wajib memakai masker, cuci tangan, dan dicek suhu tubuhnya. Juga, kapasitasnya jangan melebihi ketentuan. ‘’Intinya adalah kesadaran bersama bahwa mengendalikan laju penularan Covid-19 ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau di sektor wisata berarti pengelola wisata harus bertanggungjawab,’’ tegasnya.

Berdasar pantauan wartawan koran ini, sejumlah tempat wisata di Bumi Wali mulai dipadati pengunjung. Terutama pada akhir pekan. Namun, ketaatan pengunjung dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) tampaknya masih sulit terkontrol dengan baik. Biasanya, hal itu terjadi saat sudah berada di dalam lokasi wisata. Saat masuk tampak tertib dan taat prokes. Namun, begitu berada di dalam, tidak sedikit yang abai. Seperti tidak memakai masker dan berkerumun.

(bj/ds/tok/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news