alexametrics
Senin, 27 Sep 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Batu Bata Raksasa Ditemukan di Desa Sambangan Lamongan

Tunggu Hasil Pengecekan BPCB Jatim

14 September 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

MINTA BANTUAN BPCB JATIM: Tumpukan batu bata ukuran besar ditemukan di Desa Sambangan, Kecamatan Babat. Disparbud mengambil sampel batu bata tersebut untuk dikonsultasikan ke BPCB Jatim.

MINTA BANTUAN BPCB JATIM: Tumpukan batu bata ukuran besar ditemukan di Desa Sambangan, Kecamatan Babat. Disparbud mengambil sampel batu bata tersebut untuk dikonsultasikan ke BPCB Jatim. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan belum dapat memastikan batu bata yang ditemukan di Desa Sambangan, Kecamatan Babat bernilai sejarah atau tidak. Kasi Museum Sejarah dan Purbakala Disparbud Lamongan, Edi Suprapto, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi penemuan yang tak jauh dari sungai tersebut. Tumpukan batu bata itu struktur bangunan kuno atau tidak, dia belum dapat memastikan.

Namun, Edi memastikan membawa satu batu bata untuk dilakukan pengecekan. ‘’Saya sambil satu guna pengambilan sampel pengecekan,’’ terangnya kemarin (13/9). Batu bata yang ditemukan berukuran panjang 28 cm, lebar 20 cm, dan tebal 8 cm. Dia akan konsultasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

‘’Jadi sementara ini, mohon waktu terlebih dahulu. Untuk hasilnya dari BPCB,’’ ujarnya.

Baca juga: Kalah Dengan Penjual di Trotoar, PKL Minta Segera Disentralkan

Tumpukan batu bata berukuran lebih besar dari umumnya saat ini, ditemukan warga saat melakukan perbaikan normalisasi sungai Moropelang dan Bulumargi. Sejumlah warga menduga tumpukan batu bata yang lokasinya sekitar 6 meter dari makam Mbah Bu yut Tiyak, mantan sesepuh desa, itu struktur bangunan kuno.

‘’Jadi kalau warga desa, melakukan sedekah bumi ya di lokasi ini,’’ terang Tamyis, salah satu warga. Dia mengatakan, awalnya alat berat didatangkan untuk melakukan pengerukan tanah.

Beberapa saat kemudian, alat berat tersebut mengangkat batu bata tebal dan lebar. Karena ukurannya tidak biasa, pekerja kemudian menggali secara manual. Ternyata, ditemukan beberapa batu bata lainnya. ‘’Saat itulah alat berat saya suruh berhenti khawatir kena, merusak yang lainnya,’’ katanya.

Penemuan ini dilaporkan ke kepala desa untuk selanjutnya berkoordinasi dengan dinas terkait. Tamyis menceritakan, sebelum melakukan pembersihan di kawasan tersebut, terdapat rimbunan bambu. Terkait cerita yang didengarnya, tak jauh dari lokasi penemuan batu bata, dulurnya terdapat perkampungan yang dihuni 11 kepala keluarga. Namanya, Dusun Kalipang, Desa Sambangan. Pada 1974, mereka dipindahkan. Kini, wilayah tersebut Dusun Jetis Sambungrejo, Desa Sambangan.

(bj/mal/yan/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news