alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarbojonegoro
Home > Boks
icon featured
Boks

Angger Bilal Prakoso, Pelatih Cabor Rugby sekaligus Anggar

Jadi Pelatih Semua Serbadadakan

14 September 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

ANDAL: Angger (kaus hijau) bermain rugby. Ia lihai ambil peluang dunia kepelatihan. Menakhodai cabor rugby dan anggar dan torehkan prestasi demi Bojonegoro.

ANDAL: Angger (kaus hijau) bermain rugby. Ia lihai ambil peluang dunia kepelatihan. Menakhodai cabor rugby dan anggar dan torehkan prestasi demi Bojonegoro. (ANGGER FOR RDR/BJN)

Share this      

Cabang olahraga rugby dan anggar tergolong baru di Bojonegoro. Deretan prestasi dua cabor itu cukup membanggakan. Di balik prestasi itu tentu tak lepas dari tangan dingin Angger Bilal Prakoso selaku pelatih.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

“Prinsip saya di dunia olah raga itu minimal itu bisa, tidak perlu mahir. Karena saya orang tidak bisa diam, pingin men coba berbagai macam olah raga,” tutur Angger Bilal Prakoso kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (13/9).

Baca juga: Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Jalan Taji-Bakalan Divonis 2 Tahun

Angger merupakan head coach dua cabang olahraga (cabor) di Bojonegoro yakni rugby dan anggar. Prestasi Angger di dunia kepelatihan patut diper hitungkan. Dua cabor di bawah binaannya kerap mendulang prestasi. Khususnya prestasi cabor rugby sejak 2016. Sedangkan, Angger baru melatih cabor anggar 2019 lalu.

Bisa dibilang Angger lihai membaca peluang. Sehingga, dia lebih tertarik belajar cabor-cabor dalam tanda kutip kurang populer di Indonesia. Meski semasa kecilnya Angger hobi bermain sepak bola dan bola basket. Tetapi, ia menyadari banyak teman-teman sepermainannya lebih mahir darinya. Karena itu, ketika dia menginjak di perguruan tinggi, Angger justru aktif menjadi atlet hoki. Bahkan, ikut pusat pelatihan daerah (puslatda) Jawa Timur.

Tetapi, karena Angger punya tanggung jawab lebih besar yaitu lulus kuliah tepat waktu, ia memutuskan mengundurkan diri. “Saya kuliah menggunakan beasiswa bidikmisi. Saya khawatir ketika aktif jadi atlet hoki bisa mengakibatkan kuliah molor. Saya putuskan mengundurkan diri,” tutur pemuda asal Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro Kota itu.

Alumni mahasiswa S-1 jurusan pendidikan kepelatihan olahraga 2016 itu sebenarnya masih ingin berkarir sebagai atlet. Ternyata ketika pulang ke Bojonegoro, belum ada cabor hoki. Nah, tak disangka-sangka mendapat kesempatan menjadi pelatih rugby mulai 2016.

Awalnya hanya mengikuti acara sosialisasi cabor rugby dari DKI Jakarta di SMT Bojonegoro. Kebetulan pelatih rugby asal DKI Jakarta bernama Iswahyudi itu asli Desa Sumbangtimun, Kecamatan Trucuk. Angger tertarik dengan rugby dan menjadi pengurus cabang (pengcab) Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Bojonegoro dibentuk, Angger dipilih menjadi pelatih.

“Setelah ikut sosialisasi dan paham dasar-dasar main rugby, ternyata saya dipercaya jadi pelatihnya. Saya dikirim Jakarta belajar bersama tim rugby di UNJ (Universitas Negeri Jakarta),” ucapnya.

Sepulangnya dari Jakarta, Angger fokus menjaring bibit-bibit atlet dari SMA Model Terpadu Bojonegoro. Selanjutnya rugby semakin menyebar di sekolah-sekolah lain dan menjadi ekstrakurikuler.

“Selama 2016-2021 pertumbuhan rugby di Bojonegoro pesat. Saat ini sudah ada tujuh sekolah memiliki ekstrakurikuler rugby. Di antaranya SMA-MT, SMKN 2 SMAN 4, SMAN 2, ArRahmat, Al-Fatimah, SMPN 4,” kata pemuda yang juga guru olahraga di MI Plus Al-Fatimah.

Deretan prestasi PRUI Bojonegoro tak diragukan, skalanya sudah internasional. Pada 2017, tim rugby putri kelompok usia (KU) 15 raih juara tiga internasional junior rugby tournament. Lalu pada 2019 menyabet tiga juara, terdiri atas juara 2 nasional antar klub ragby KU 15 putri, juara 1 nasional antar klub rugby KU 15 putra, dan juara 3 nasional antar klub rugby KU 17 putra.

“Tim rugby putri punya peluang lebih besar dibanding putra. Tidak setiap kota punya tim rugby putri,” beber anak bungsu dari dua bersaudara itu. Saat ini, Angger sebagai pelatih rugby telah berlisensi Asia dan tergabung World Rugby.

Angger masih punya target terhadap anak-anak didiknya agar bisa lolos Pekan Olahraga Nasional (PON). Saat Pra-PON belum beruntung. Kemampuannya sebagai pelatih dilirik cabor lain, yaitu anggar.

Kejadian kebetulan lagi menimpa Angger. Pada pagelaran Porprov 2019 lalu, Bojonegoro menjadi tuan rumah cabor anggar. Padahal saat itu di Bojonegoro belum ada cabor anggar. Sehingga dibuatlah pengurus cabang (pengcab) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Bojonegoro.

“Untungnya semasa kuliah saya dulu olahraga pilihannya itu anggar. Setidaknya dasar-dasar anggar masih ingat dan paham. Tiga bulan sebelum porprov itu dikebut cari atlet,” ujar pemuda suka bersepeda itu.

Dia pun dadakan mengambil lisensi nasional C pelatih anggar sebagai syarat mengikuti porprov. Akhirnya, Angger mendapat satu atlet anggar putri dan berhasil meraih medali perunggu. Target selanjutnya mengikuti Porprov 2022 dan berencana mengirim enam atlet mengikuti tiga nomor. Yakni, degen, saber, dan floret (foil). 

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news