alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarbojonegoro
Home > Advertorial
icon featured
Advertorial

BPJS Kesehatan Luncurkan Care Center 165 dan Jurnal JKN

13 September 2021, 18: 38: 38 WIB | editor : Nailul Imtihany

BPJS Kesehatan Luncurkan Care Center 165 dan Jurnal JKN

Share this      

BPJS Kesehatan meluncurkan nomor layanan Care Center 165. Simplifikasi rujukan thalasemia mayor dan hemofilia serta portal web Jurnal JKN. Inovasi layanan ini upaya peningkatan kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Diluncurkan serentak hari ini (13/9) dan dihadiri Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), serta Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, di Jakarta. “Ini merupakan komitmen, terlebih memperingati Hari Pelanggan jatuh 4 September lalu serta HUT ke-53 BPJS Kesehatan. Kami persembahkan kepada pelanggan, peserta BPJS Kesehatan serta masyarakat berbagai inovasi dan terobosan berbasis teknologi informasi menunjang penyelenggaraan Program JKN berkeadilan melayani peserta di seluruh Indonesia,” kata Direktur Utama BPJS kesehatan Ali Ghufron Mukti.

Ghufron berharap layanan diluncurkan hari ini memberikan kemudahan akses layanan serta mengakomodir harapan dan memenuhi kebutuhan peserta maupun para pemangku kepentingan. BPJS Kesehatan Care Center 1500400 Siap Ganti Nomor Jadi 165 BPJS Kesehatan secara bertahap mengubah nomor layanan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 menjadi 165.

Baca juga: 200 Anak Yatim Tak Bisa Menerima Santunan

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan David Bangun mengatakan, berubahnya nomor layanan Care Center dari tujuh digit menjadi tiga digit ini membuat masyarakat mudah mengingat nomor, jika sewaktu-waktu butuh informasi atau pengaduan JKN-KIS. “Selama transisi sampai Desember 2021, masyarakat dapat menggunakan secara paralel nomor 1500 400 maupun 165 menghubungi BPJS Kesehatan Care Center,” ujar David.

Sejumlah fitur bisa diakses, antara lain permintaan informasi dan pengaduan. Layanan administrasi penambahan anggota keluarga Pekerja Penerima Upah (PPU) Penyelenggara Negara dan swasta, PBPU, serta BP. Juga fitur pendaftaran bayi baru lahir non PBI Jaminan Kesehatan danperalihan segmen peserta ke PBPU. Dan perubahan data.

Peserta JKN-KIS bisa melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter umum melalui pelayanan Tanya Dokter tersedia di BPJS Kesehatan Care Center. “Pengaduan memerlukan koordinasi kantor cabang BPJS Kesehatan ataupun stakeholder lainnya, BPJS Kesehatan Care Center memiliki sistem terhubung kantor cabang. Sehingga kantor cabang segera menyelesaikan pengaduan sesuai Standard Level Agreement (SLA) target waktu penyelesaian atas pengaduan tersebut,” kata David.

BPJS Kesehatan memiliki layanan pusat informasi care center sejak 2010 era PT Askes (Persero). Mulai 2014, care center dijangkau masyarakat selama 24 jam 7 hari. Sepanjang tahun, jumlah panggilan diterima care center mencapai 645.263 panggilan. Jumlah panggilan meningkat tajam seiring berjalannya waktu serta bertambahnya kanal informasi pengaduan disediakan BPJS Kesehatan. Hingga 2020, Care Center melayani 1.631.535 panggilan. Hal ini tak lepas pertumbuhan kepesertaan JKN-KIS melonjak menjadi lebih dari 200 juta jiwa memicu naiknya akses panggilan ke BPJS Kesehatan Care Center.

Pasien Thalassemia Mayor dan Hemofila Cukup Perpanjang Surat Rujukan di Rumah Sakit BPJS Kesehatan juga menghadirkan kemudahan akses pelayanan dan administrasi bagi peserta JKN-KIS, khususnya menjalani terapi rutin transfusi darah, obat antihemofilia, dan obat kelasi besi di rumah sakit.

Mereka tak perlu lagi mengujungi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) memperbarui surat rujukan. “Sesuai mekanisme berlaku, surat rujukan peserta JKN-KIS menjalani perawatan thalassemia mayor dan hemofilia berlaku selama 90 hari. Jika masa berlakunya habis, peserta JKN-KIS harus mengunjungi FKTP kembali mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit. Nantinya surat rujukan bisa langsung diperpanjang pihak rumah sakit melalui aplikasi V-Claim. Prosesnya cepat, hanya hitungan menit,” jelas Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati.

Lily mengatakan, penyederhanaan layanan segera pada September 2021 di seluruh rumah sakit bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. “Thalassemia mayor maupun hemofila membutuhkan perawatan jangka panjang, biaya perawatan dan obat-obatannya tidaklah murah. Bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah setiap bulan. Memanfaatkan Program JKN-KIS, para penyandang thalassemia mayor dan hemofila bisa memperoleh pelayanan kesehatan memadai tanpa khawatir terbebani biaya besar. Kami berharap, simplifikasi alur layanan ini bisa kian membantu mereka saat mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit,” ujar Lily.

Luncurkan Jurnal JKN, BPJS Kesehatan Dukung Penuh Kajian dan Riset Penelitian Guna meningkatkan kualitas program JKN KIS. Mendorong keterlibatan masyarakat untuk pembangunan kesehatan nasional, BPJS Kesehatan meluncurkan Jurnal JKN. Jurnal JKN web portal menjadi sarana sharing pengetahuan program JKN-KIS melalui publikasi jurnal ilmiah. Laman ini berfungsi mendokumentasikan karya ilmiah berbagai pihak dilakukan baik secara nasional maupun internasional dalam bentuk digital.

Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan Andi Afdal mengatakan, jurnal JKN bisa menjadi wadah ilmu pengetahuan dan informasi teruji dan dijadikan referensi kredibel pengembangan program JKN-KIS ke depan. Keterlibatan masyarakat seperti peneliti, akademisi, mahasiswa maupun Duta BPJS Kesehatan dapat dielaborasi dalam Jurnal JKN.

“Kita tahu, baik BPJS Kesehatan maupun pihak-pihak lain di luar organisasi ini melakukan banyak penelitian, kajian serta pengelolaan data dan informasi. Jika dapat ditulis ke dalam jurnal ilmiah tentu berkontribusi besar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Diharapkan Jurnal JKN berguna bagi pembuat kebijakan, praktisi, peneliti, akademisi, dan masyarakat program JKN-KIS serta pembangunan kesehatan pada umumnya,” kata Afdal.

Adapun masyarakat berminat berkontribusi karya ilmiahnya terkait Program JKN-KIS dapat registrasi di laman www.jurnal-jkn.bpjs-kesehatan.go.id. Jurnal JKN menggunakan mekanisme peer-review, yang mana setiap artikel dikirimkan akan dinilai secara anonim oleh tim ahli ditunjuk oleh Chief Editor.

Artikel diterbitkan jurnal ini berupa artikel penelitian dan artikel ulasan ilmiah (hasil kajian). Jurnal JKN ini diterbitkan per semester atau dua kali setahun (Juli dan Desember), setiap edisinya terdiri atas minimal lima artikel dalam Bahasa Indonesia dan/atau Inggris. Adapun ruang lingkup karya ilmiah disampaikan dalam Jurnal JKN bertemakan risk pooling, strategic purchasing, revenue collection, stakeholder engagement dan institutional capabil.

(bj/*/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news