alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

200 Anak Yatim Tak Bisa Menerima Santunan

13 September 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

200 Anak Yatim Tak Bisa Menerima Santunan

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro – Sekitar 200 anak yatim tidak bisa terkaver bantuan tahun ini. Penyebabnya, kuota bantuan untuk mereka tahun ini sudah penuh. Dinas sosial (Dinsos) baru bisa memasukkan mereka sebagai penerima tahun depan.

‘’Kami ingin memasukkan mereka tahun ini tapi tidak bisa. Selain kuota yang habis, juga karena tidak bisa masuk SIPD (sistem informasi pembangunan daerah),’’ ujar Kabid Pemberdayaan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan Dinsos Bojonegoro Murtiasih Fatimah.

Sebanyak 200 anak menjadi yatim baru-baru ini. Sebab, orangtuanya meninggal akibat Covid-19. Mereka diusulkan desa untuk menerima santunan anak yatim. Namun, hal itu sulit terlaksana tahun ini. Terpaksa mereka baru bisa terkaver sebagai penerima bantuan anak yatim tahun depan.

Baca juga: Wisata Masih Tutup, Siasati Buka Kafe

Tahun ini jumlah anak yatim penerima santunan 7.414 orang. Masing-masing mereka akan menerima Rp 1,5 juta dalam setahun. Total anggaran yang disiapkan dinsos mencapai Rp 11 miliar. Jumlah anak yatim penerima santunan setiap tahunnya bertambah. Sebab, ada yang bertambah dan berkurang. Namun, untuk bisa menjadi penerima harus melalui usulan terlebih dulu. Usulan dilakukan melalui pemerintah desa. ‘’Untuk menjadi penerima tahun ini usulannya sudah tahun lalu,’’ jelasnya.

Anak yatim yang bisa menerima santunan itu masksimal berusia 15 tahun per Juli 2021. Jika sudah lewat tidak bisa. Saat ini, lanjut Murti, santunan mulai dicairkan sebagian. Sebab, sebagian masih ada berkas yang masih belum lengkap. ‘’Penerimaan akan diterimakan langsung,’’ jelasnya.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan belum mengetahui terkait dengan usulan 200 anak yatim itu. Namun, jika tidak menerima di APBD induk, bisa diusulkan lagi di P APBD. ‘’Menurut saya di P bisa. Nanti akan kami bahas dengan tim anggaran dan dinas terkait,’’ jelasnya.

(bj/msu/zim/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news