alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Jelang Panen, Persawahan Diterjang Hujan Disertai Angin

13 September 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TUMBANG: Tanaman padi di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno ini rerata roboh. Totalnya sekitar 80 hektare. Tumbangnya tanaman mendekati masa panen itu karena diterjang hujan disertai angin.

TUMBANG: Tanaman padi di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno ini rerata roboh. Totalnya sekitar 80 hektare. Tumbangnya tanaman mendekati masa panen itu karena diterjang hujan disertai angin. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro – Hujan disertai angin menyebabkan tanaman padi di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno roboh. Diperkirakan 80 hektare lahan terdampak. Bulir padi terancam tak terisi penuh, karena terendam air. Sehingga, berdampak menurunnya kualitas hasil panen dan memengaruhi harga jual.

Memasuki peralihan musim ini, petani diminta waspada dengan kondisi cuaca yang tek menentu. Nur Hasyim, Kepala Dusun (Kasun) Kadung, Desa Kadungrejo, Kecamatan Bau reno menjelaskan, petani menata kembali padi yang roboh setelah diterpa angin dan hujan pada sabtu (11/9).

Kejadian itu mengharuskan petani menambah tenaga lagi agar padi tidak busuk. “Kejadiannya saat habis magrib, saat pagi tiba, petani pergi kesawah dan melihat padi yang ditanam banyak yang roboh,” ujarnya kemarin (12/9).

Baca juga: 12 Hari, 22 Gram Sabu-Sabu Diamankan

Menurut Hasyim, dari total 465 hektare sawah di desanya, dari jumlah tersebut sekitar 80 hektare padi roboh. Kondisi alam yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab robohnya tanaman, sehingga petani terpakasa menali padi yang roboh agar berdiri tegak. “Terutama untuk padi yang masih muda,” terangnya.

Hasyim menjelaskan, padi yang roboh tentu berdampak pada kualitas padi, sehingga memengaruhi harga saat panen. Saat ini Desa Kadungrejo sedang musim pertama tanam padi, lahan di wilayah bantaran Bengawan Solo itu hanya dua kali musim tanam.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Ardian Orianto menjelaskan, kondisi cuaca saat ini berpotensi hujan sedang sampai lebat. Selain itu disertai petir dan angin kencang. Hal itu perlu menjadi kewaspadaan bagi masyarakat, terutama daerah yang rawan bencana.

“Saat ini dan kemarin (11/9) wilayah timur, barat, dan selatan berpotensi hujan dan angin kencang,” ujarnya. Ardian menjelaskan, terus melakukan pemantauan di 28 kecamatan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan kondisi alam. Sedangkan untuk tanaman yang roboh di Baureno, para petani agar hati-hati saat pergi kesawah, terlebih saat hujan datang. “Perlu waspada pada petir yang menyambar dan angin kencang,” pesannya. (luk)

(bj/msu/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news