alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Stok Pertalite Semakin Berkurang, Bawa Jeriken Harus Beli Pertamax

Surat Rekomendasi Desa Tak Berlaku

09 September 2021, 16: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

PERTALITE SEMAKIN DIKURANGI: Pembeli BBM di salah satu SPBU di Kecamatan Lamongan. Saat ini, di sejumlah SPBU pembawa jeriken tidak boleh membeli pertalite, harus membeli pertamax.

PERTALITE SEMAKIN DIKURANGI: Pembeli BBM di salah satu SPBU di Kecamatan Lamongan. Saat ini, di sejumlah SPBU pembawa jeriken tidak boleh membeli pertalite, harus membeli pertamax. (INDRA GUNAWAN/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan – Sejumlah SPBU menerapkan larangan pembelian pertalite menggunakan jeriken mulai minggu ini. Jeriken hanya diperbolehkan untuk pembelian pertamax. Kebijakan tersebut merupakan instruksi dari pihak Pertamina.

‘’Pemberlakuan sebenarnya satu minggu yang lalu. Cuma untuk di Lamongan kan meminta waktu untuk sosialisasi ke pedagangnya. Minggu ini kami mulai tidak melayani,’’ tutur Feri Adi Saputra, pengawas salah satu SPBU di Kecamatan Sambeng kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (8/9).

Informasi yang diperoleh wartawan koran ini, larangan pembelian pertalite menggunakan jeriken sesuai Perpres Nomor 191 Tahun 2014. Intinya, pembelian pertalite menggunakan jeriken yang dilarang adalah tidak disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu. Di antaranya untuk pertanian, perikanan, dan usaha mikro atau kecil.

Baca juga: Bojonegoro FC Baru Miliki 15 Pemain

‘’Jadi surat rekomendasi desa atau kecamatan sudah tidak berlaku,’’ imbuh Feri saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia mengatakan, pihaknya sempat mendapatkan protes dan keluhan dari pengecer pertalite. Namun, pihaknya hanya bisa memberikan pengertian bahwa hal itu kebijakan dari Pertamina. ‘’Stok pertalite kiriman hari-hari ini masih lancar. Cuma kalaupun kita masih melayani jeriken, ya pasti ada sanksi. Karena sistem SPBU kan sudah terpantau online,’’ terang Feri.

Kemarin, sejumlah pom mini di pinggaran sudah tidak menjual pertalite. Salah satu pengusaha pom mini di Kecamatan Pucuk yang enggan disebutkan namanya, mengakui hanya bisa menjual pertamax. ‘’Sekarang sudah tidak bisa membeli pertalite ke SPBU,’’ katanya sembari menuangkan pertamax ke tangki motor.

Sementara itu, Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Sekda Kabupaten Lamongan, Agusta Prisa Dariyanto, membenarkan adanya kebijakan pelarangan pembelian pertalite menggunakan jeriken. ‘’Betul. Kita dapat info dari lisan dari pihak Pertamina, bukan melalui surat,’’ terang Prisa, sapaan akrabnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak Pertamina, lanjut dia, nantinya konsumsi BBM akan diarahkan kepada Pertamax. Hal itu sudah disiapkan sejak pengurangan DO pertalite untuk SPBU. ‘’Jadi kalau yang premium, kerannya sekarang sudah ditutup. Nantinya pertalite akan dibatasi, supaya konsumen beralih ke Pertamax,’’ ucap Prisa saat dikonfirmasi via ponsel.

(bj/yan/ind/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news