alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

PPKM Turun Level 2, Warga Diharap Tak Euforia

Kegiatan Mulai Diizinkan

08 September 2021, 16: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DIBUKA: Petugas mulai mengambil penutup jalan, PPKM Level 2 aktivitas mulai normal, tapi tetap prokes.

DIBUKA: Petugas mulai mengambil penutup jalan, PPKM Level 2 aktivitas mulai normal, tapi tetap prokes. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Pemerintah pusat resmi menurunkan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Bojonegoro turun ke level dua. Penurunan itu berdasar Inmen dagri Nomor 39 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 Wilayah Jawa dan Bali. Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro Triguno Sudjono Prio menegaskan, dengan turunnya status PPKM dari level tiga menjadi level dua diharapkan masyarakat tidak euforia.

Masyarakat tidak boleh lengah, karena pandemi Covid-19 belum selesai. Penerapan protokol kesehatan (prokes) tidak bisa ditawar. “Tetap mematuhi prokes, jangan lengah dengan status PPKM level dua dan segera ikut vaksin di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat,” tutur Triguno.

Adapun prokes terbaru tidak lagi 3-M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), melainkan 6-M. Prokes 6-M tertuang di Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 16 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19. Prokes 6-M terdiri atas memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Baca juga: Kalah, Gaji Pemain Persela Akan Tetap Dibayar Utuh

“Taat prokes merupakan kesadaran bersama, jangan sampai karena mengabaikan prokes mengakibatkan terjadi lagi PPKM darurat seperti sebelumnya, nantinya semua susah akibat terdampak,” bebernya.

Sementara itu, aturan PPKM level dua berdasar Inmendagri menyebutkan, pusat-pusat keramaian seperti pasar, minimarket, supermarket, kafe, rumah makan, dan sebagainya diperbolehkan tutup pukul 21.00. Sedangkan sebelumnya PPKM level tiga, diimbau tutup pukul 20.00.

Kemudian tempat ibadah yang sebelumnya diimbau maksimal 50 persen, kini boleh 75 persen. Lalu, kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 50 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat. Transportasi umum diberlakukan kapasitas maksimal 100 persen dengan menerapkan prokes secara lebih ketat.

Sesuai data kumulatif Covid-19 per 7 September sebanyak 6.648 kasus, terdiri atas 193 kasus aktif, 5.847 sembuh, dan 608 meninggal dunia. Wilayah Bojonegoro berdasar peta sebaran Covid-19 Provinsi Jawa Timur saat ini juga zona kuning atau risiko rendah Covid-19. Juga dilaporkan tingkat kesembuhan 87,95 persen dan tingkat kematian 9,15 persen. 

(bj/msu/gas/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news