alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

1.260 Siswa Siswi di Lamongan Telah Jalani Vaksinasi

07 September 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DOSIS PERTAMA : Siswa MAN 1 Lamongan menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama kemarin (6/9).

DOSIS PERTAMA : Siswa MAN 1 Lamongan menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama kemarin (6/9).

Share this      

Radar Lamongan - Program vaksinasi bagi siswa terus digenjot. Kemarin (6/9), 1.260 siswa MAN 1 Lamongan menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Selain itu, sekitar 50 guru dan karyawan yang belum divaksin juga memeroleh kuota vaksinasi pada hari yang sama.

Menurut Kepala MAN 1 Lamongan, Akhmad Najikh, program vaksinasi Covid-19 di lembaganya bekerja sama dinas kesehatan (dinkes) serta puskesmas setempat. ‘’Vaksinasi ini diutamakan untuk para siswa. Jika jumlah siswanya kurang dari kuota vaksin yang disediakan, maka kelebihan kuota tersebut akan dilimpahkan kepada GTT (guru tidak tetap) dan PTT (pegawai tidak tetap) yang belum divaksin. Sedangkan pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) yang berstatus ASN sudah selesai divaksin semua,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Najikh menuturkan, program vaksinasi Covid-19 bertujuan menyesuaikan aturan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. ‘’Mudah-mudahan seluruh siswa terhindar dari Covid-19. Sehingga pembelajaran bisa berjalan lancar. Saat ini PTM terbatas juga sudah berlangsung dengan menerapkan prokes yang ketat,’’ tuturnya.

Baca juga: Renovasi Ruang Paripurna DPRD Tuban Capai Rp 4 Miliar?

Meskipun seluruh siswa telah divaksin, Waka Humas MAN 1 Lamongan, Suparno, belum bisa memastikan apakah pembelajaran dapat kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19 merebak.

‘’Kita sama-sama berharap, anak-anak bisa kembali belajar dengan normal. Karena PTM terbatas dengan kapasitas siswa hanya 50 persen tidak berjalan maksimal. Setelah seluruh siswa divaksinasi, mudah-mudahan ada perubahan kebijakan PTM,’’ harapnya.

Dia menambahkan, kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) dan olahraga di lapangan juga belum diaktifkan. ‘’Kegiatan yang bisa kita laksanakan hanya yang bersifat pembinaan. Seperti ketika ada olimpiade atau kejuaraan. Kegiatan secara reguler belum bisa kita laksanakan sepenuhnya,’’ kata Suparno.

(bj/wid/zak/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news